Wednesday, January 3, 2007

Tea Walk: Sebuah Pencerahan...

Tea Walk: Sebuah Pencerahan...

Sekitar akhir April lalu, aku berkesempatan mengikuti acara Tea Walk yang diadakan dalam rangka ultah perusahaanku. Sejujurnya, ini adalah kali pertama aku mengikuti acara seperti ini. Sebelumnya, sempat sih mendengar kalo tea walk itu acara yang quite fun dan menarik, tapi memang belum ada niatan sekaligus mungkin belum ada kesempatan untuk 'experiencing' tea walk itu sampe akhir April lalu...

Singkat cerita, tea walk yang aku jalani, berlangsung dengan ok. Awalnya untuk jalan itu susahhhh juga yah, krn ternyata jalannya berbatu-batu, naik turun, sepanjang 4 km. Untuk orang yang jarang berolahraga, jarak sekitar 4 km itu bikin ngos-ngosan juga sih...Tapi semua dilakoni dengan fun aja, walaupun ada beberapa orang yang saking capeknya, sampe2 naik ojek sampe ke garis finish...Gak pa2 lah, daripada pingsan tul gak? hehe

Sepanjang perjalanan tea walk yang aku lalui, aku berusaha fokus, terus memperhatikan jalan di depan mataku. Karena kondisi yang licin dan berbatu itu tadi. Awalnya, pada saat jalan yang harus dilalui itu naik alias menanjak, kepengen deh dalam pikiran kami2 ini untuk jalan yang menurun aja karena rasanya pasti lebih gampang ketimbang nanjak...
And u know what? Ternyata, pas jalannya menurun, it's not that easy either... Malahan, rasanya lebih sulit karena licin, aku harus menahan or nge-rem lah istilahnya biar nggak merosot, apalagi meluncur bebas...
(tapi emang dasar manusia itu nggak pernah puas, kalo nanjak pengennya jalannya menurun... Setelah menurun, ya koq mendingan nanjak aja?? U know what I mean lah...).

Karena fokus mataku hanya tertuju pada jalan di hadapanku, hanya sesekali saja aku memperhatikan pemandangan di sekitarku. Pemandangan yang aku rasa emang indah, tapi ya koq rasanya ndak mungkin untuk ngeliat pemandangan perkebunan teh melulu, tanpa memperhatikan jalan yang kulalui. Akhirnya, dengan semangat aku konsentrasi lagi ke jalan yang kulalui...

Kita persingkat lagi ceritanya yah... Kira2 2 hari setelah tea walk, kami dikirimi foto2 perjalanan yang kami lalui sepanjang tea walk itu. Dan u guess what, pemandangan sekitar kami jauhhhh jauhhh lebih indah dari apa yang pernah gue bayangkan...Gue tau pemandangan itu indah, tapi ya koq foto yang gue liat bikin gue ngerasa apa yang gue liat sebelumnya, gak ada apa2nya dibandingkan dengan foto yang meng-capture begitu indahnya alam ciptaan Tuhan....

Akhirnya pengalaman itu mengajak gue berefleksi...
Mungkin dalam perjalanan hidup kita, sering kali kita mengalami jalan yang licin, berbatu-batu, dan sulit sekali untuk dilalui... Kita nggak bisa melakukan banyak hal, kecuali hanya fokus n konsentrasi penuh ke jalan yang ada di depan mata kita...

Kadang perjalanan itu melelahkan, buat sebagian orang mungkin aja perjalanan itu bikin mereka frustrasi karena betul-betul menguras fisik dan mental sepanjang perjalanan itu... Terkadang kita pun complain dengan itu semua... mengeluh menjadi satu-satunya hiburan yang mungkin bisa dilakukan di tengah kondisi yang nggak mengenakkan or sometimes nggak sesuai sama ekspektasi kita...

Namun.... Tuhan yang selalu menyertai kita, nggak pernah meninggalkan kita... Dia yang paling tahu, apa yang tengah kita jalani, dan ke arah mana Dia akan mengarahkan kita dalam hidup ini...
Kita hanya bisa berserah, berjalan dalam genggaman tangan Dia, dan tentunya berusaha melakukan yang terbaik dalam tiap detik perjalanan hidup di dunia ini...

Dan akhirnya, pada saat kita sudah sampai ke satu titik di mana kita bisa melakukan kilas balik alias flash back on some parts of our life journey... Bisa jadi kita amat mensyukuri karena pemandangan yang kita lihat begitu indah, karena Tuhan sudah mengarahkan kita ke rencanaNya... Terkadang semua bisa terlihat setelah segala badai itu lewat. Soon after the long, winding and not too mention bumpy roads yang sudah kita lalui...

Melewati jalan hidup yang terjal, licin, berbatu, membuat kita mengalami banyak hal yang menyesakkan, karena sungguh nggak mudah melewati itu semua. Satu hal yang bikin gue tetep so very very sure, coz' God is faithful... KasihNYA cukup koq buat menghantarkan kita ke pintu gerbang rencanaNya...

So, tetep berjalan biar jalannya berbelok-belok, licin n terjal... Tentunya dalam genggaman tangan kasih setia Tuhan... Amen...

Sekian dulu sharing gue... Back to work lagi neh...

God Bless....:)

Jkt, 17 Mei 2006
-fon-

Mirror, Mirror on the Wall...

Mirror, Mirror on the Wall… Who’s the strongest of them all?


Dear my citylighters…
Kali ini kita bertemu lagi, dengan judul yang mungkin bikin kamu berpikir, sounds familiar n mengingatkan kita akan suatu dongeng… Yah, gue sempet teringat dongeng yang sempet menghiasi masa kecil gue, Putri Salju. Ketika pertanyaan diajukan oleh sang Ratu kepada cerminnya, siapakah the fairest of them all alias siapakah yang tercantik di negeri itu??

Dari crita itu, gue lalu berefleksi sambil mengadaptasi beberapa kata-katanya… Gue berpikir, pernahkah dalam kehidupan kita, kita berkaca en berkata, “ Mirror, mirror on the wall, who’s the strongest of them all? Siapakah yang terkuat di dunia ini??
Secara sadar ato nggak, kita pasti pernah pada suatu kondisi merasakan kalo kita adalah yang terkuat, at least pada masa terkuat di kondisi puncak hidup kita secara pribadi.
Kalau di suatu saat dalam hidup kita merasakan kita sedang pada posisi top-topnya, sebenarnya mungkin wajar saja karena banyak hal yang memungkinkan kita merasa seperti itu. Mungkin kita merasa kita masih muda, kuat, n sehat, so ini adalah waktu yang paling tepat buat melakukan segala sesuatunya…
Atau, mungkin bagi yang baru bekerja, melesat dengan gampang di karier, mendapatkan gaji, dibanjiri fasilitas wah dan semua hal yang berbau materi.… Dan di saat itu kita merasa semuanya udah sempurna, kita adalah yang terkuat di kantor kita…
Atau, di suatu perlombaan olahraga, sebut aja bulu tangkis. Misalkan si A tak terkalahkan sama sekali, selalu menang di semua kejuaraan yang diikutinya, nasional maupun internasional… Tiada tanding tiada banding… Hebat deh pokoknya…J

Tapi kemudian keadaan berbalik. Si muda yang sehat dan kuat, perlahan tapi pasti seiring berjalannya waktu menjadi tua, sakit-sakitan dimakan usia.
Karier yang gemilang disirikin sama orang, ditombak alias dikhianati dari belakang dan akhirnya harus mulai dari 0.
Di satu pertandingan sang juara yang terkalahkan itu akhirnya kalah juga oleh si pebulutangkis junior pendatang baru tapi punya ‘smash’ mematikan…

Dan pada saat-saat seperti itulah, saat semua keadaan yang sepertinya begitu sempurna BERUBAH, barulah kesadaran akan adanya suatu pribadi yang jauh lebih kuat, yaitu Tuhan sangat kita perlukan dan kita akui keberadaannya. Mungkin pada saat yang bersamaan juga muncul pengakuan dari dalam diri sendiri, kita adalah manusia yang penuh kelemahan. Pikiran-pikiran itu bermunculan di saat kondisi berubah menjadi kurang mengenakkan…

Pengalaman-pengalaman yang menyesakkan terkadang membawa kita menuju pengalaman iman yang semakin mendekatkan kita dengan Tuhan… Di mana kita sadari bahwa ada kuasa Allah yang Maha Dahsyat di dunia ini, dan kita sebagai manusia yang punya banyak keterbatasan sangat jauh dari sempurna…

The point is… nggak ada yang abadi… Di saat kita merasa saat ini tengah sangat diberkati Tuhan dengan seluruh hal yang baik, yang membanggakan, prestasi dan performa yang luar biasa, there’s nothing we can do except mensyukuri apa yang ada… Berterima kasih kepada Tuhan kita… Dengan begitu, di saat keadaan berubah, kita pun mensyukuri apa yang sudah pernah kita capai tanpa ngerasa sebel dengan apa yang ada di hadapan mata sekarang ini. Sekali lagi, kita pun menyadari, I’m only human, saya hanya manusia biasa dengan begitu banyak keterbatasan. Namun, dengan keterbatasan saya di dunia ini, karena kebaikan Tuhan mampu menjadikan saya sebagai salah satu perpanjangan tanganNya selama masa peziarahan saya di sini dengan memberikan apa yang sudah dianugerahkan kepada saya, talenta saya kepada orang lain di dunia ini.

So, Mirror Mirror on the wall, who’s the strongest of them all?
Gue bisa menjawab dengan tersenyum, “ Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku…” ( Mazmur 118:14).
Not me God… Bukan gue yang terkuat di sini. Gue sangat terbatas, tapi Tuhan tanpa batas. Dialah sumber kuatku…
Di akhir tulisan ini, kita nyanyi yukkk sama-sama…
Allah sumber kuatku…Allah sumber kuatku
Allah sumber kuatku dan bagianku s’lamanya…
S’lamanya…

Amen…
Jkt, April 2006
-fon

Tanya yang Tak Kunjung Usai

Dear all...
Have you ever wondered, begitu banyak tanya yang tak kunjung usai dalam hidup kita ini…? Strange but true, ini adalah interesting fact findings yang bisa kita temukan, bahkan selalu kita temukan dalam kehidupan sehari-hari…
Sejak kecil, orang di sekitar kita selalu bertanya, mungkin diri kita sendiri bertanya, then … what’s next??
- Setelah lulus SD, SMP nya ke mana?
- Setelah SMP, SMU nya ke mana?
- Setelah itu kuliahnya di Universitas mana, jurusan apa…?
- Udah lulus, then kerja apa?
- Udah kerja, ditanyain lagi udah punya pacar belum? Kalo belum, ditanyain deh pasti, kenapa sih belum punya pacar juga??
- Kalo udah punya pacar, sekian tahun pacaran, ditanyain kapan neh married? Kalo belum married, pasti ditanyain kenapa sih nggak married2, masa’ maunya pacaran melulu??
- Abis married, ditanya lagi kapan neh punya anak? Kenapa koq blm ‘isi’ juga?
- Udah punya anak satu, cewek misalnya, kapan neh mau nambah anak ke-2, kalo bisa anak cowok mungkin, biar jadinya sepasang…?
- Terus next n next n next questions yang nggak pernah kelar-kelarrr deh rasanya keep bugging us…

Mungkin pada saat kita ditanyain hal itu, karena hal itu cukup sensi, misalnya… “Koq kamu nggak married-married sih sampe sekarang? Mungkin kamu terlalu pemilih kali…Udah lah terima aja apa adanya…Yang dateng kamu harus lihat donk, jangan dicuekin aja….”
Atau yang udah punya anak satu, ditanyain terus sama sekitar, “ Kapan neh nambah lagi?? Nanti kalo kejauhan anak ke-1 and ke-2, susah lho…”

Actually, mungkin orang-orang try be friendly dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu. Cuma kadang-kadang terlalu over deh, yah kalo ditanyain terus-menerus, dari tenang-tenang aja, hasilnya bisa-bisa tambah lama tambah kekhi…

Jujur aja, mungkin ada di antara kita yang jadinya be te dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Mungkin pengen dehhh menyumbat mulut si penanya and bilang, “ Please deh, diem bisa gak sehhh?? Lagian kan ini hidup gue… Kayak hidup elo udah beres ajeeee… Lagian gue kan nggak nyusahin elo juga kann??”
Yah, pada saat tengah down banget mungkin aja pengen teriak ke si penanya tersebut. Mungkin satu sisi si penanya juga care n concern alias peduli sama kondisi kita.

Pada akhirnya, tergantung reaksi diri kita aja sih sebetulnya. Kalo kita bisa ‘cool’ alias tenang aje, sih bagus2 aja lah yaw… Mungkin akhirnya si penanya bisa mundur teratur… But, ada berapa orang yang emang super gigih, maju terus pantang mundur menanyakan hal yang sama terus menerus, atau bahkan cenderung kata-katanya bikin sakit ati juga, misalnya dengan bilang, “Eh, mungkin kamu harus beli buku or ikutan acara kontak jodoh di SCTV deh… Atau gimana kalo kamu aku masukin ke Koran KOMPAS dengan foto di rubrik jodoh juga? Abis kayaknya kamu susah banget dehhh dapetin satu orang aja…”

Tapi Tuhan tau yang terbaik sih, kapan seseorang itu siap, bakal dikasih deh sama DIA kalo itu seturut kehendakNYA. Pertanyaan yang tak kunjung usai yang selalu bermunculan di dalam hidup kita itu, hendaknya kita sikapi dengan ‘cool’. Tenang aja… tapi emang kadang-kadang, kondisi tertentu bikin kita nggak selalu bisa ‘cool’. Bener, kan ??
Akhirnya, kita tetep sih harus usaha... Misalnya terus menunggu sang jodoh yang tak kunjung tiba, tanpa melakukan apa pun, maksudnya tinggal di rumah, ngerem di kamar selalu, nggak pernah mau sosialisasi, bikin gak dapet2. Maksudnya, tetep berusaha sih sah-sah aja. Masalah dapet or nggak kan urusan ke-2…. Terus lagi, kadang-kadang Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib, n gak pernah terpikirkan oleh kita. Misalnya ketemu jodoh pas mobilnya ditabrak. Eh, yang nabrak ok juga malah jadian deh akhirnya. WHO KNOWS?? hehe...(mulai berkhayal ala Hollywood Dream )

Akhirnya, usaha untuk terus be cool, tapi juga tetep menjalankan jalan yang seharusnya dikerjakan itu mungkin yang jadi pilihan. Dari sisi kita secara pribadi, mungkin gak usah terlalu ‘kepo’ (read:rese') ngurusin hidup orang, kita sendiri mungkin ada baiknya untuk nggak terlalu mengutak-ngutik kehidupan pribadi orang lain (even susah sih, wong nontonnya aja infotainment terus hehe...tapi usaha donk yah... Effort donk effort... (read: usaha donk usaha hehe, maksa gak sehhh??)). Mendingan ngurus kehidupan kita sendiri dulu ampe lebih mencerminkan kehidupan Kristiani yang baik, daripada ngurusin hidup oranggg melulu sementara hidup sendiri belum bener… Tul gak??
Dan juga nggak lupa mengampuni orang-orang yang tanpa sengaja, krn terlalu pedulinya sama hidup kita, bikin kita terluka dengan statement yang gak enak didenger or dengan kata-kata yang mungkin setajam silet… Mohon rahmat Tuhan, karena kita nggak bakal sanggup to do it all alone, karena cuma dengan rahmat Tuhan dan usaha kita, kita bisa lebih ‘cool’ , lebih penuh kasih dalam menanggapi tanya yang tak kunjung usai yang selalu muncul dalam kehidupan kita dari orang-orang di sekitar kita…

Semoga….

Jkt, 2 Mei 2006.
Try to be cool aje… Even though it’s hard, just try n ask God for His Help to do so…
-fon-

Proses: ditinjau dari Wade Robson Project

Proses: ditinjau dari Wade Robson Project

Suatu sore aku di kos, udah stand by mo mandi mannn...as usual, bangun tidur kuterus... ya, pokoknya mandi deh... Eniwei, I watched MTV ASIA channel favorite eke yang udah beberapa waktu lamanya sempet eke tinggalkan krn kesibukan dan sempet bosen sebentar hehe... Kan terkadang tangga lagunya itu nggak ganti2 selama couple of weeks, jadi ya kadang aku sempet bosen juga sehhh...

Eniwei, to keep it short, ada acara yang namanya WADE ROBSON PROJECT. Aku rasa mungkin dah pada denger, dah ada yang tau soal Wade Robson sebelum aku. Tapi as usual, Kak Fonny akan menjelaskan kepada adik-adik sekalian...Lagi acting as pembawa acara AFI JUNIOR gue hihihi...
Oke d... Intinya, Wade Robson itu adalah seorang koreografer. Dia punya Project di MTV, yang merupakan program sbg upaya menjaring penari2 dari seluruh Amrik ya harusnya...hehe..krn baru nonton sekali, so not so sure, but I think soo...

Jadi pas aku nonton, ada 4 penari yang langsung akan dieliminasi berdasarkan suara dari penonton. Lama2 tinggal 3-2-1 yang ditentukan oleh si Wade itu tadi. Penari2nya jago mannn, beneran deh... Yang aku lihat, yang paling nggak jago pun dah lumayan lah. Di babak ke-2, 3 orang yang sisa harus menari dengan iringan musik yang mereka blm tau sebelumnya. Jadi pilih sendiri dengan memilih TV dgn klip yang tersedia di TV tsb. Mereka menari dengan lagu J.Lo dan beberapa dengan gaya hip hop, sesuai klip lah pokoknya...
Lalu satu orang dieliminasi lagi. Terakhir, tinggal 2 orang yang bakal dipilih 1 saja. Wade, memberikan contoh koreografi yang harus dicontoh oleh 2 peserta tsb dengan menghafalnya: right away, right there...
Kalo nggak berbakat, nggak bakal bisa lah haiii :)
Terus terang, mereka jagoooo banget lho! Dan akhirnya pemenangnya adalah seorang kulit hitam yang emang asliii gayanya hip hop abis n street jam gitu deh...My God, so coollll!! :)
Dia melaju ke babak berikutnya... Maap eke blm nonton lagi, jadi blm bisa kasih update yaaa...:)

Terus, aku penasaran. Siapa sih Wade Robson, yang cukup ganteng: mirip Craig David but he's cuter hehe...dan jago banget narinya sementara dia masih begitu muda?? Akhirnya, melalui surfing di website di internet, aku menemukan sekilas info ttg Wade Robson yang juga pengen aku bagiin ke temen2 semua, fyi tentunya:

A prodigy before he knew what the word meant, Wade Robson has a list of clients that include Britney Spears and *NSYNC. At the ripe old age of 19, Wade's work has been featured in television, motion pictures, music videos, sold out concerts and awards ceremonies. At the age of three, when many of us were beginning to walk, Wade was memorizing the dance steps of Michael Jackson's infamous "Thriller" video. At five, when most of us were concerned with tying our shoes, Wade was dancing circles around competitions and performing in front of capacity crowds with the King of Pop himself. By the time he was nine, he had appeared in three of Michael Jackson's biggest videos: "Black or White," "Jam" and "Heal the World." Then came the Academy Awards performances, television spots, rap albums, music writing and production, dance classes (teaching them, that is), acting roles in major motion pictures and choreography. And then he turned sixteen and was requested to choreograph for Britney Spears. After a short meeting, Britney decided Wade should direct her entire stage show, choreograph her every move, remix the music, direct the video segments and design the sets. He has since choreographed and appeared with Britney in the first Pepsi commercial, and choreographed, wrote and produced the jingle and co-directed her second Pepsi Commercial, which aired during the 2001 Super Bowl. He's also danced in the extremely popular GAP commercial campaign, masterminded *NSYNC's 2001 MTV Music Awards performance and their 2001 Pop Odyssey Tour, as well as their dynamic showings at the 2000 Billboard Music Awards and 2000's No Strings Attached Tour.

Gimana rasanya setelah membaca backgroundnya Wade?? Mungkin ungkapan: oooo.... Pantesssss dia bisa punya project di MTV krn prestasinya itu lho booo... Keren sekalee kan ?? Jadi koreografernya Britney n N Sync. Trus yang bikin aku takjub juga, dia itu dah belajar move nya Michael Jackson dalam Thriller, lagunya yang terkenal itu sejak usia begitu muda. 3 taon mannn?? Sementara kita masih ngompol hihihi...*jadi malu: blushing* :)
Pantes aja dia bisa sampe hari ini, krn dia udah diproses sejak umur 3 taon...:)

Terus aku berpikir, kalo kita ngelihat penari yang segitu canggih, penyanyi or atlet or seorang jago olimpiade fisika misalnya bisa segitu canggih dalam suatu hal, mungkin gak sehhh itu jatuh dari langit?? Koq rasanya nggak yaa... Mungkin sekali talenta itu dititipkan Tuhan kepada orang yang bersangkutan. Namun, perlu latihan bertahun-tahun, juga proses yang harus dilewati untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi...

Terkadang kita terlalu kagum sama seseorang karena suatu kemampuan yang bisa bikin kita berdecak kagum tanpa henti or bilang "WOW" dalam hati kita...Tapi kita juga sebaiknya melihat, ternyata tuh orang itu juga melewati proses yang sangat sulit dan berliku-liku sehingga dia bisa punya hari ini. Tiger Woods, pe-golf...harus memukul bola golf ribuan kali dgn stick golfnya supaya bisa memiliki kepiawaian seperti hari ini...Banyak contoh lain: Tom Cruise yang sakit disleksia, kesulitan membaca, harus belajar mati-matian untuk menghafal dialognya utk menjadi aktor handal, Delon...lho koq Delon ya??? Gpp donk.. kan boleh dijadiin contoh jg hehe...Delon sudah memulai sebagai penyanyi koor gereja dan wedding singer, sampe dia juara 2 Indonesian Idol. And last but not least, tokoh utama dalam penulisan saya kali ini: Wade Robson yang harus melewati semua proses tersebut utk menjadi koreografer yang handal dan punya project sendiri di MTV.

Terkadang, kita cuma melihat enaknya saja. Enak ya jadi terkenal kayak... Delon, Tom Cruise, Tiger Woods, and Wade Robson. Enak yaaa.. jadi Madonna, J.Lo, Britney Spears, Justin Timberlake, Matt Damon. TAPIIII, kita melupakan proses yang ada yang menjadikan orang tersebut bisa sampai stage yang dia miliki sekarang....
So, bagaimana ya sebaiknya?? Nggak boleh kagum? Nggak boleh nge-fans?? Rasanya...nggak perlu segitu extereme ya... Biasa2 aje coyy... hehe...
Kagum boleh... Meneladani dan belajar keras utk mencapai sesuatu yang baik, ok banget tuhh... Cuma ya mbok diinget2 ya jeng and mass...kalo ternyata Roma itu nggak dibangun dalam sehari (tapi dalam 24 jam??? Sama aja duonkkk?? hehe...bercanda yaaaa:)), selalu ada harga yang harus dibayar (pssttt berapa ya harganya??hehe)
Udah ah, mo serius neeehh ( *pasang tampang serius*):Sehebat apa pun tampilan orang tertentu pada suatu saat, pastilah dia melewati proses yang bukan mudah untuk punya apa yang dia miliki saat ini. Mengagumi boleh aja, tapi yaaa.. gak perlu sampe nangis bombay saking histerisnya kan ??Kita pun mengalami proses yang tidak exactly sama, tapi itulah yang terbaik yang kita butuhkan menurut TUHAN tentunya. So, kalo lagi mengalami hal yang nggak enak sekali pun, kembali aku diingatkan, it's all is a process that I need to get through, in HIS PLAN, so that I could become more and more beautiful in HIS PLAN.
Begitu aja yaa...Maapkan daku kalo kali ini bahasanya rada2 lbh slank dari biasanya... Maklum kan namanya juga proses yang harus kulalui hihihi...(*gubrakkkkk* ampir jatoh deh dari kursi tempat duduk ku saking gelinya tertawa hahaha...)

C u guyz! N ngelewatin proses?? Siapa takut?? ( Biar takut sekali pun, harus bilang sapa takut yaaa hehe?? Krn TUHAN beserta kita, sekarang dan selama-lamanya!)

amen...amen and amen...:)
Jkt, 10 Nov 04
-fon-

Cantik

Cantik.

Palembang, Desember 2024.

Kampung halamanku yang sudah sekian lama tidak kukunjungi. Kujejakkan kakiku dengan perlahan. Yah... ini tempat aku dilahirkan. Sebagai orang yang terbilang jarang pulang kampung, kunjungan kali ini terasa cukup spesial. Di usiaku yang ke-51 di tahun ini, mau tidak mau aku pulang... Kepulangan ini lebih ke arah silaturahmi dengan keluargaku, kerabat dekat dan sahabatku. Hal yang tiba-tiba saja, secara spontan ingin kulakukan.Yeah, I need to do it, for old time sake... Karena mungkin saja, yaa...mungkin saja aku tiba-tiba dipanggil yang Kuasa dan tidak berkesempatan menengok kampungku lagi. So, daripada ada penyesalan di kemudian hari, here I am: at Palembang right now:)

Aku menginap di Hotel Bahari, hotel yang paling canggih dan termodern di Palembang saat ini. Sejak menjadi tuan rumah di PON 2004, Palembang mulai berkembang pesat dan sepertinya sudah mulai bisa mendekati kota-kota besar di Pulau Jawa. Kalau dulu kan yang jadi primadona di Indonesia adalah Jakarta-Surabaya dan Medan , pelan-pelan Palembang mulai merambah memasuki the big five dalam kategori one of the most progressive city in Indonesia .

Hotel Bahari kamar 306:
Kumasuki hotel yang cantik ini. Gimana nggak cantik, kalo hotel ini berbintang 5, kalau di Jakarta bisa dibandingkan dengan Shangrila yang masih bertahan dengan bintang 5 nya sampai hari ini.
Yah aku sendirian di kamar ini. Anak-anak dan suamiku akan menyusul weekend nanti karena kesibukan mereka di pekerjaan mereka.
So, I'm gonna be here in my home town, Palembang sendiri selama 3 hari sambil menunggu mereka tiba.

Kupandangi bayangan wajahku melalui kaca rias yang ada di hotel itu.
Aku masih cukup cantik. Lumayanlah... Entah lumayan ok or lumayan hancur ya??he8x. Seneng juga aku belum kehilangan selera humorku di usiaku yang sekarang ini. Inilah aku, terutama inilah wajahku dengan guratan-guratan halus yang semakin nyata di beberapa bagian, terutama di sekitar mataku. Tapi aku tidak mau ahhh melakukan suntikan atau operasi plastik, itu bukan gue bangettt!!:)
Adalah hal yang biasa di zaman ini, itu pun dilakukan teman2ku saat mereka merasa perlu melakukan perbaikan di wajah mereka. Kini mereka lakukan dengan suntikan-suntikan paling canggih, bukan cuma botox atau face lift biasa, atau laser?? Wah, itu sih sudah terbilang kuno... Sekarang ini, orang lebih mau memakai suntikan dari herbal...tambah lama orang2 sepertinya ingin back to nature, makanya pake yang natural... Suatu ramuan herbal yang dikombinasi dengan rumput laut dan sedikit lidah buaya, penemuan seorang dokter kulit ternama di Jakarta sedang digandrungi saat ini. One more thing, ini mengingatkan aku pada kondisi Hollywood di masa lalu, pernah aku melihat acara Dr.90210 lewat E! (Entertainment) Channel, di mana artis Hollywood punya ambisi utk tampil muda dan melakukan apa saja. Jelasnya?? Aku nggak tau...Soalnya aku nggak pernah berkeinginan untuk tidak menjadi diriku sendiri, walau wajahku sudah mulai timbul kerutan here-there and everywhere.

Kupegangi lingkaran pinggang dan pinggulku yang semakin banyak timbunan lemaknya...Actually lemak adalah hal yang paling aku hindari semasa aku still single, apalagi di sekitar perut dan pinggangku krn kalo exercise itu yang pasti jadi sasaranku, sit up yang cukup dan membakar kalori dengan aerobic or tread mill itulah yang sering kulakukan. Namun setelah aku melahirkan ketiga anakku, sudah tidak sesering dulu aku berolahraga, walaupun masih ada keinginan untuk sport regularly seperti dulu, tapi fokus utamaku tetep donkkk...anak2 dan suamiku.
Yah... things have changed... Suka or tidak suka, aku harus menerima perubahan ini...Tapi melewati tahun demi tahun berlalu sampai hari ini, hmmm...aku mulai bisa menerimanya... Sebagai suatu proses yang harus aku lewati, penuaan termasuk di dalamnya...Like or dislike I gotta get through it...Dari penolakan-penalakan seputar penuaan yang aku rasakan mulai umurku menjelang 40, sudah mulai bisa aku terima now...:)

Hotel Bahari at the Lobby jam 12.00

Aku melewati salon di hotel ini. Lu'vaze sudah buka cabang dari 15 taon yang lalu kata seorang temanku, salah satunya yahhh...yang ada di hotel ini... Di mall pun sudah begitu banyak salon baru, franchise dari Amerika dan Eropa, juga sekarang franchise dari asia sendiri seperti Jepang dan Cina sudah mulai memenuhi tempat ini...
Perbedaan orang yang ke salon, sebelum dan sesudah terlihat nyata...Rambut yang tadinya mungkin 'lepek' dan tidak bagus lah bentuknya, jadinya ok setelah selesai diblow dengan peralatan canggih secanggih zaman tempat kuhidup saat ini...

Cantik?? Siapa yang tidak mau... Tiap orang berlomba untuk itu... Penampilan luar yang dipoles: make up-baju yang bagus- rambut yang keren-perhiasan, tas mahal- semuanya berlomba-lomba untuk memperbaiki outer performancenya...

Namun, kembali aku berpikir... Cantik hatinya?? Siapa yang mau?? Mungkin orang tidak akan terlalu fokus kepada kecantikan batin... Karena?? Itu kan tidak terlihat secara jelas... apalagi di dunia yang menilai segala sesuatunya dari tampilan luar seperti saat ini. Di taon 2024 ini, penampilan orang semakin canggih-unik dan keren abizzz dahhhh...
But one more thing, cantik hatinya? Hmmmm... rasanya di zaman ini, tambah langka sodara2...

Lamunanku terhenti, ketika kurasakan kakiku dipegang oleh seorang anak kecil yang hampir terjatuh karena main kejar-kejaran dengan temannya... Anak itu seorang perempuan kecil yang manis. Wajahnya penuh kepolosan. Hal yang lagi2 kusyukuri di tengah sebegitu banyak kepalsuan di dunia yang aku tinggali saat ini...
I'm thankful for that!!!:)

Sabtu menjelang Hari Minggu, menunggu kedatangan suamiku:

Malam ini adalah malam terakhir aku di Palembang , menunggu kedatangan suamiku besok dan kami akan melanjutkan perjalanan kami ke Singapura, tempat di mana kami akan bertemu dengan ketiga anak kami dalam rangka year end holiday bersama...

Kubuka jendela kamar hotel ini, tempat di mana aku bisa memandang dengan seluas-luasnya langit bertabur bintang, gedung pencakar langit, serta semua keindahan yang ditawarkan Palembang saat ini. Cantik?? Sangat cantik kotaku ini...

Aku masuk dan kembali memandang kaca riasku. Memandangi kembali wajahku. Cantik?? Cukup cantik... Di usia yang ke-51 ini, actually I'm doin' ok koq... Setengah menghibur diri juga sehh hahaha...
Sambil kupandangi wajahku, aku bertanya dalam hatiku... Sudahkah aku memelihara kecantikan batin, inner beauty kata orang2? Di tengah zaman yang penuh kepalsuan ini, seberapa ampuh inner beautyku bertahan?? That's the question I guess...

Aku berdoa dalam hati, Tuhan kecantikan wajah dan tubuhku ada batasnya, but kecantikan batin... semakin bertumbuh dalam perjalanan waktu... Thank God, kecantikan fisik walaupun kupelihara, tidak kujadikan patokan mati2an...
Aku tidur dengan nyenyak... menunggu hari esok, kalo Tuhan masih izinkan satu hari lagi dalam hidupku :)

Minggu, at Palembang 's International Airport

Di tengah kerumunan penumpang yang baru landing, aku mencari wajah suamiku. Tak kutemukan. Tiba-tiba saja, punggungku ditepuk dari belakang, dan rupanya dia yang lebih dulu menemukanku.
Aku tersenyum dan menggandengnya segera. Dia berbisik, " Apa kabar, Cantik?"

Cantik?? lagi-lagi kata itu yang menarik perhatianku... Cantik itu relatif. Beauty is in the eyes of the beholder... Thank God untuk semua yang Dia berikan kepadaku, itu semua hanya karena kasihNya semata.

Cantik?? Yah... Palembang yang cantik aku tinggalkan menuju Singapura di sore hari ini... Namun, kenangan atasnya tetap membekas dan memperkaya kecantikan batinku...

Well, Singapore ... Here I come! Sekali lagi kugandeng lengan suamiku dengan mesra... We'll meet our children, permata-permata yang mempercantik hidupku.

Renungan akhir taon dengan penuh rasa syukur.
Thx to the Lord!
Jkt, 20 Des 04
-fon-

PS: Merry X mas n Hepi new Year yaaa prens!!:)

Aku adalah Aku

Aku adalah Aku

Aku adalah aku...
Aku tidak lebih baik dari mereka yang menderita dalam pandanganku. Mereka yang makan sekali sehari, itu pun kalau ada.
Mereka yang gajinya di bawah UMR, mereka yang tak punya tempat tinggal karena digusur, mereka yang harus berjam-jam duduk di bus kota untuk sampai ke tempat kerjanya.
Mereka yang terbaring lemah di tempat tidurnya karena sakit, dan berbagai kondisi yang kukira aku lebih baik dari mereka.
(Di salah satu sisi, mungkin betul aku lebih beruntung, namun di lain pihak, tidak sepenuhnya benar karena aku juga punya penderitaan dan problema kehidupanku sendiri).

Aku juga tidak lebih buruk dari mereka yang kukira 'lebih' dariku.
Lebih kaya secara materi, lebih berpendidikan, lebih cantik atau tampan, lebih pandai, lebih cakap, lebih terampil,lebih langsing, lebih pandai bicara, lebih bisa menyanyi, lebih jago menari, lebih sukses dalam karier atau lebih-lebih yang lain...
(karena di balik semua cara pandangku tentang orang yang memang lebih beberapa hal dariku, ternyata mereka juga punya kekurangan dan tentunya punya masalah dan beban tersendiri)

Di dalam bus kota ini, aku duduk.
Kulihat sekelilingku, ada berbagai macam orang kujumpai di sini.
Aku tidak takut terhadap mereka, sebagaimana kalau kudengar: " Hati-hati di bus kota banyak copetnya..."
Aku tidak takut bukan karena aku pemberani...
Namun, rasa tidak takutku lebih ke arah: aku menyadari, aku tidak lebih baik dari mereka dan mereka tidak lebih baik dariku.
Sehingga...posisiku dan mereka sederajad.
Sederajad di mata Tuhan, karena semua adalah ciptaanNya...
Yang dikasihiNya secara adil.
Matahari pagi, dia berikan untuk semua orang: baik atau jahat.
Sungguh penuh kasih TUHAN itu...
Tantangannya: masih mampukah aku melihat kasih Tuhan dalam diri orang-orang yang tampaknya tidak bersahabat di dunia ini??

Aku adalah aku.
Tiada ketakutan di penghujung tahun ini.
Sekali lagi, bukan karena keberanianku, namun...
Karena aku menyadari, aku yang kecil di tengah dunia ini
telah diciptakanNya dengan suatu rencana tertentu
dan bukan kebetulan aku ada di sini.
Begitu pula saat aku melayangkan pandanganku ke sekelilingku...
Tiap orang adalah pribadi yang utuh, yang mendambakan kasih dari orang lain.
Nasib dan suratan takdir, boleh jadi membawa perbedaan dalam peruntungan.
Tetapi kukira, tiap orang punya beban kehidupan (baca: salib) sendiri.
Jadi, tak seharusnya aku iri, apalagi dengki...

Aku adalah aku...
Dengan segala kelemahanku, dosaku, tetapi tetap Dia sudah selamatkanku.
Sekarang, bagaimana aku berterima kasih kembali kepadaNya yang sudah begitu baik padaku??
Akan kupikirkan, akan kupahami, akan kujalankan, akan kuamalkan...
dan akan kuusahakan selalu.
Bantu aku Tuhan, agar tetap berada dalam jalur rancanganMu...
Amin...


Jkt,29 Des 03
catatan akhir tahun 2003,
-fon-
(dalam naungan kasihNya...:))

Saya Bukan Siapa-siapa...

Dibuang sayang...
Dari tulisan2 terdahulu yang pengen kusimpan... Masuk ke Chapters of Life aja ah...

-fon-

Saya Bukan Siapa - siapa...

Siapakah saya?
Ketika saya terbangun dan melihat ke sekeliling saya,
yang ada hanya dinding putih. Dinding itu ada di kamar saya.
Kamar saya?? Ooppss..nanti dulu...
Ini kamar di rumah orang tua saya. Bukan milik saya.
Karena saya bukan siapa2...

Siapakah saya?
Menurut catatan dari universitas tempat kelulusan saya,
saya adalah seorang Sarjana.
Jadi gelar Sarjana adalah kepunyaan saya.
Kesarjanaan saya??
Tidak juga... Karena kesarjanaan itu merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga yang membantu menopang biaya kuliah saya.
Kesarjanaan itu kupersembahkan untuk seluruh keluargaku karena itu juga jerih payah mereka.
Sekali lagi, saya bukan siapa-siapa...

Jadi, kalau saya bukanlah siapa-siapa, maka : siapakah saya?
Kalau keluarga saya sebegitu berjasanya dalam keberhasilan dan apa saja yang saya miliki, jadi saya harusnya bersyukur atas mereka.
ITU BETUL.
Keluarga saya??
Nanti dulu, bukankah keluarga itu bukanlah saya yang memilih, namun Tuhan yang telah menentukan di keluarga mana saya harus lahir. Dan apakah mereka kepunyaan saya??Saya kan bukan siapa-siapa...
Cuma Tuhan yang berhak atas mereka. Sebagaimana cuma Tuhan yang berhak atas diri saya.

Jadi, kalau saya bukan siapa-siapa, haruskah saya takut ketika seorang yang berkuasa-kaya raya- cerdik pandai bak peraih nobel hadir di hadapan saya??
Tokh saya bukan siapa-siapa...
Kenapa saya harus kuatir, apalagi takut??

Tetapi: apakah sebegitu mudahnya melepaskan diri dari ketakutan, atau rasa rendah diri saat bertemu muka langsung dengan konglomerat terkemuka atau seorang pejabat atau seorang pernaih nobel??Tidak tentu saja, karena semua rasa itu manusiawi. Namun, berpegang pada konsep: saya bukan siapa-siapa, harusnya membawa saya ke arah: dia juga bukan siapa-siapa.
(Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada seluruh 'orang hebat' itu, kita kan sama-sama ciptaan TUHAN yang pastinya akan mengalami: lahir kemudian mati...)

Kesimpulannya: saya bukan siapa-siapa.
Hanya seseorang yang karena kasih Tuhan diizinkan hadir dan mengecap suka-duka hidup di dunia ini. Apa saja yang kita miliki: mulai dari kuasa-uang-talenta-kepandaian-keindahan ragawi-dan sebagainya ( itu pun kalo punya yahh...:)), hanya titipan dariNya, untuk sementara. Akan ada expiry datenya yaitu pada saat kita semua nanti kembali ke rumah BAPA.
Cuma terkadang, banyak dari kita terlalu terpaku dengan kata PUNYA. SAYA PUNYA...
Betulkah saya punya sesuatu atau mungkin punya banyak hal???
Saya kan bukan siapa-siapa, dan saya tidak punya apa-apa.
Itu semua milik Tuhan dan hanya dititipkan sementara kepada saya.
Maka, saya yang bukan siapa-siapa dan yang tidak punya apa-apa ini, harusnya menyadarinya, dan tidak sombong karenanya.
Bersyukur dan berterima kasih karenanya, karena TUHAN sudah menitipkannya kepada saya. Saya kira itu yang harus saya lakukan.
Bisakah selalu saya-yang bukan siapa2 ini- untuk terus mensyukurinya?
Tidak selalu, namun hendaknya saya - yang bukan siapa2 dan tidak punya apa2 ini- menyadarinya dan mengembalikannya kepada Tuhan melalui sesama.

Sekian dan terima kasih.
dari saya yang psssttt: bukan siapa-siapa:)

Jakarta, 22 Jul 04
-fon-