When you think that
no one can understand your feelings,
God is there
And He understands you
More than you understand yourself
When you think that life is painful
And even your loved ones could hurt you
So badly…
God is there
He will be there for you
And He will lift you up
As long as you put your trust in Him
When you think that your beautiful dreams
Have become scattered and ran out of place
He is there
To mend your dreams
To collect all of the puzzles and
Make them brand new
And He could bring you to higher dreams
Higher or even much more higher
Than you could’ve ever imagined
When you feel so alone
So lonely in this world
Even though there are a lot of people surround you
God is there
And He will fill the emptiness inside you
He’ll fill with love and care
Like no other…
No other people can do it
When you feel that you’re running out of energy
To walk
To talk
To smile
To trust other people
To cry for help
He is there
God is there to give you new strength in each new day
When you feel so distracted
So stressful
So depressed
So anxious and worried
About your past
About your present
Or even about your future…
Actually, He was there
He is here
He’ll be there with you
Until forever
For whatever you think
God is there
For whatever you feel
God is there
His faithfulness is amazing.
People may come and go in our life
Problems and happiness will also take turn to fill our life
But God is there
For every season of our life.
Singapore, 16 July 2009
-fon-
Chapters of Life, begitu saya senang menyebutnya. Karena bagi saya, hidup adalah babak demi babak, bab demi bab, yang menjadikan buku kehidupan saya sempurna.
Thursday, July 16, 2009
Tuesday, July 14, 2009
Ferry Kehidupan
http://www.ibiblio.org/hyperwar/NHC/CRS/propulsion.htmDalam ferry kehidupan
Kita berlaku sebagai nahkoda ferry kita masing-masing
Ada nahkoda penakut
Yang selalu memikirkan secara pesimistis
Segala segi kehidupan
Menghadapi perubahan? TAKUT
Menghadapi masalah? TAKUT
Segala sesuatu dipandang dari perspektif ketakutan
Lain halnya
Ketika nahkoda optimis yang mengendalikan ferry kehidupannya
Dia mengemudikan ferry-nya dengan penuh percaya diri
Terkadang sampai berlebihan
Dia over confidence
Dia pikir, dia pasti bisa lakukan semua
Dengan kekuatannya
Masalah? AKU bisa hadapi
Kesedihan? AKU bisa atasi
Impian? Pasti akan KUraih
Semuanya bersumberkan kepada kekuatannya sendiri
Namun, sampai suatu ketika…
Dia harus menghadapi kematian orang yang dicintainya
Dia tak lagi percaya diri
Nahkoda optimis mulai berubah
Makin pesimis dan dilanda ketakutan
Tidak ada salahnya bila berlaku optimis
Namun, bila itu jadi super percaya diri
Dan merasakan semua bisa diraih
Dengan kekuatan sendiri
Itu jadi kesombongan
Jadi, bagaimana seharusnya kita melangkah?
Haruskah jadi nahkoda pesimis?
Atau nahkoda optimis dalam hidup ini?
Dua-duanya mengandung unsur ketakutan dan kesombongan
Kesombongan yang suatu saat luntur juga oleh permasalahan
Sementara hidup yang dilanda ketakutan
Membuat segala sesuatu tidak enak
Tidak nyaman
Mau begini, begitu… Takut..
Mau gerak sedikit, mikir terlalu banyak, takut juga…
Bukan pula berarti harus jadi pasukan berani mati
Yang tak kenal rasa takut…
Namun…itu akan jadi berbeda
Ketika kita memasukkan sosok yang Maha Kuasa
Yang mengendalikan seluruh ferry kehidupan manusia
Di dalam ferry kehidupan kita
Rasa takut? Perlahan-lahan surut oleh kekuatan cinta-Nya
Yang selalu menemani di tiap kali perasaan itu datang dan mengganggu
Serta memberikan ketentraman…
Rasa sombong? Juga diam-diam pergi…
Tergantikan dengan rasa syukur dan kepasrahan.
Menjadi manusia yang tahu diri…
Bahwa dia bisa lakukan segalanya asal dalam kehendak kuasaNya
Bukan karena kekuatan diri kita ini, karena takkan sanggup untuk selamanya…
Namun karena kekuatan Ilahi…
Nahkoda pesimis dan nahkoda optimis bersepakat
Memadukan segala yang mereka alami dan rasakan
Untuk kemudian menyerahkannya kepada
NAHKODA SEJATI
Yang takkan pernah goyah
Walaupun apa yang terjadi dengan ferry kehidupan manusia.
Singapore, 14 Juli 2009
-fon-
* sebagian besar ditulis di atas ferry Batam-Singapore tanggal 13 Juli kemarin. Ferry di laut membawaku pada permenungan bahwa kita berada dalam ferry kehidupan dengan Nahkoda sejati yaitu Tuhan sendiri.
Friday, July 10, 2009
In the Traffic Light of Life

Passing a traffic light today…
It’s not an unusual thing…
Very natural.. Very normal…
Maybe you’ve passed the traffic lights thousands of times in your life
So, it’s not a really special experience
And easily forgotten.
But today, the traffic light has taught me something
It’s just a reflection inside of my mind…
Very simple but yet I wanted to share it with you…
Traffic light has got 3 colors…
Red…
When you need to stop…
There are times in life when you have to stop doing something
Maybe because it’s too dangerous
Maybe it’s just so tempting but at the same time
So sinful
So, you need to stop
You need to say NO.
There are a lot of things that need a firm and strong faith
By refusing it.
Yellow…
When you need to be cautious…
Again, there are moments in life that you need to put some extra care
That you need to put more caution into it
Because it might have a different impact in your life
So, when you face the problem, you need to be cautious
Slow down and think
What to do in the next step…
Green…
There are moments that you need to strive and run for it
Walk with a very high spirit
To reach your dreams…
To reach your expectations…
To strive for your goals in this life…
To be what you want to be…
Only sky is the limit…
And when you see the green light
You just know that you need to run
Run for your goal
Search for something better…
Facing the traffic light of your life…
Whether it’s red, yellow, or green…
Hopefully you can choose the right attitude towards life
In facing :
Each problem…
Each trouble…
Each trial…
Each opportunity…
Each dream…
Each goal…
Each struggle…
With all your heart focused on faith
And believe…
Even though in which stage of the traffic light of your life
You are not alone…
He is there for you
And will never leave you
Red, yellow, or green?
It doesn’t really matter
As long as you’ve got faith in Him.
Singapore, July 11, 2009
-fon-
* inspired buy a normal and not-so-special traffic light, only to find that there are some deep meanings too…
Wednesday, July 8, 2009
Apalah Arti Sebuah Nama?
Tidak di Indonesia, tidak di dunia
Semua saluran TV punya acara
Untuk para newbie
Untuk para pemula
Yang dari bukan siapa-siapa
Ingin jadi terkenal
Mereka ingin punya nama
Dalam kancah lokal….
Dalam negeri…
Atau syukur-syukur bisa
Go international
Mulai dari American Idol sampai
Britain’s Got Talent
Sampai AFI atau pun Indonesian Idol
Belum lagi audisi pelawak
Audisi band
Audisi penyanyi cilik
Audisi foto model
Audisi ratu-ratu kecantikan
Seperti Miss World, Miss Universe,
Ataupun Puteri Indonesia
Banyak orang punya mimpi
From nobody to somebody
From zero to hero
Dan tak heran pula
Bagi mereka yang sukses
Banyak yang berganti profesi
Yang dulunya bar tender atau pengamen
Jadi idola nusantara dan dunia
Yang dulunya hanya mahasiswa
Jadi foto model ternama
Dalam sekejap, seperti menjentikkan jari
Semua berubah dalam sehari
Sang nama dari yang dikejar setengah mati
Mulai dihindari saat berhasil menempatkan dirinya
Dalam posisi orang ternama
Tak kurang penyesalan jadi orang terkenal
Selebritis mengeluhkan kurang privacy
Tidak ada lagi waktu pribadi
Yang ada hanyalah paparazzi
Yang ingin dilakukan hanya lari
Menghindari bahkan sembunyi
Karena diintai tiap hari
Nama terkenal bukanlah hal yang menyenangkan lagi
Sang nama besar itu terlanjur jadi beban
Dan penyesalan karena hanya ingin punya waktu sendiri
Di tanggal tujuh Juli…
Michael Jackson dimakamkan
King of pop yang jenius
Dengan cerita sedihnya tentang kehidupan
Dalam ketenaran, dia kesepian dan sendirian
Terakhir kabarnya dia terlilit hutang
Sungguh kasihan
Kalau nama yang jadi taruhannya
Setelah mendapatkannya membuat ketidak-utuhan pribadi
Masih maukah terus dicari?
Emma Watson…
Pemeran Hermione dalam film Harry Potter
Menginginkan anonymity
Saat dia masuk kuliah nanti
Dia mau sesedikit mungkin orang yang tahu
Pilihan universitasnya ataupun
Nama apa yang akan dipakainya saat kuliah nanti
Katanya:
“I just want to keep it private for as long as I can.
I probably sound like a paranoid nut, but I’m doing this because I want to be normal.
I really want anonymity”
Oh, N-A-M-A…
Bagi yang tak punya, kau digilai setengah mati
Bagi yang punya, terkadang kau sangat dihindari
Jadi, apakah arti sebuah nama bagi kita?
Pilihannya ada di tanganmu
Mudah-mudahan kita bisa bersikap bijaksana
Dan ketika nama itu datang dan pergi
Kita tidak sakit hati
Karena semuanya itu
Punya konsekuensi sendiri…
Singapore, 8 Juli 2009
-fon-
Semua saluran TV punya acara
Untuk para newbie
Untuk para pemula
Yang dari bukan siapa-siapa
Ingin jadi terkenal
Mereka ingin punya nama
Dalam kancah lokal….
Dalam negeri…
Atau syukur-syukur bisa
Go international
Mulai dari American Idol sampai
Britain’s Got Talent
Sampai AFI atau pun Indonesian Idol
Belum lagi audisi pelawak
Audisi band
Audisi penyanyi cilik
Audisi foto model
Audisi ratu-ratu kecantikan
Seperti Miss World, Miss Universe,
Ataupun Puteri Indonesia
Banyak orang punya mimpi
From nobody to somebody
From zero to hero
Dan tak heran pula
Bagi mereka yang sukses
Banyak yang berganti profesi
Yang dulunya bar tender atau pengamen
Jadi idola nusantara dan dunia
Yang dulunya hanya mahasiswa
Jadi foto model ternama
Dalam sekejap, seperti menjentikkan jari
Semua berubah dalam sehari
Sang nama dari yang dikejar setengah mati
Mulai dihindari saat berhasil menempatkan dirinya
Dalam posisi orang ternama
Tak kurang penyesalan jadi orang terkenal
Selebritis mengeluhkan kurang privacy
Tidak ada lagi waktu pribadi
Yang ada hanyalah paparazzi
Yang ingin dilakukan hanya lari
Menghindari bahkan sembunyi
Karena diintai tiap hari
Nama terkenal bukanlah hal yang menyenangkan lagi
Sang nama besar itu terlanjur jadi beban
Dan penyesalan karena hanya ingin punya waktu sendiri
Di tanggal tujuh Juli…
Michael Jackson dimakamkan
King of pop yang jenius
Dengan cerita sedihnya tentang kehidupan
Dalam ketenaran, dia kesepian dan sendirian
Terakhir kabarnya dia terlilit hutang
Sungguh kasihan
Kalau nama yang jadi taruhannya
Setelah mendapatkannya membuat ketidak-utuhan pribadi
Masih maukah terus dicari?
Emma Watson…
Pemeran Hermione dalam film Harry Potter
Menginginkan anonymity
Saat dia masuk kuliah nanti
Dia mau sesedikit mungkin orang yang tahu
Pilihan universitasnya ataupun
Nama apa yang akan dipakainya saat kuliah nanti
Katanya:
“I just want to keep it private for as long as I can.
I probably sound like a paranoid nut, but I’m doing this because I want to be normal.
I really want anonymity”
Oh, N-A-M-A…
Bagi yang tak punya, kau digilai setengah mati
Bagi yang punya, terkadang kau sangat dihindari
Jadi, apakah arti sebuah nama bagi kita?
Pilihannya ada di tanganmu
Mudah-mudahan kita bisa bersikap bijaksana
Dan ketika nama itu datang dan pergi
Kita tidak sakit hati
Karena semuanya itu
Punya konsekuensi sendiri…
Singapore, 8 Juli 2009
-fon-
Monday, July 6, 2009
Hidup Dalam Semangkuk Es Krim
source of picture: http://www.myspace.com/ccblackcatgrinzEs krim
Warna-warni
Aneka warna, aneka rasa
Coklat, strawberry, atau vanilla
Rum raisins, cookies n cream, sampai milk tea
Semua ada
Hidup tak ubahnya semangkuk es krim
Banyak cerita,
banyak 'warna' dan 'rasa'
Ketika diletakkan dalam satu mangkuk
Semua warna
Semua rasa
Bercampur menjadi satu
Tapi mungkin
Ada rasa yang tak ditawarkan es krim ada dalam hidup ini
Yaitu rasa pahit
Karena es krim hanya ada rasa manis dan enak
Namun hidup tidak
Sesekali ada rasa pahit untuk kita
Agar kita mampu menghargai
Manisnya hidup
Kayanya rasa enak
Yang tercipta di dalamnya
Hanya karena mengalami
Serta belajar dari kesukaran dan kepahitan
Untuk selanjutnya bersiap menantikan
Manisnya hidup
Warna cerahnya hidup
Yang tampak menggiurkan
laksana dalam semangkuk es krim
Singapore, 6 july 09
-fon-
*tercipta ketika makan es krim siang ini bersama audrey:)
Friday, July 3, 2009
Enggak Mood
Jari-jemari di tuts keyboard
Hendak menuliskan sesuatu
Yang menjadi deadline hari itu
Tapi entah kenapa
Tak ada satu pun huruf yang keluar dari otakku
Mungkin ini yang namanya
Enggak Mood???
Enggak mood…
Jadi jawaban banyak orang ketika ditanya sesuatu
“ Koq jarang senyum hari ini?”
Jawabnya: “ Lagi nggak mood, nih!”
“ Koq sudah lama gak facebook-an?”
Jawab: “ Lagi nggak mood, bosen, gitu-gitu aja…”
“ Koq udah lama gak ke tempat ibadah?”
Jawab: “ Lagi gak mood…”
“ Koq udah lama gak berdoa?”
Jawabnya: “ Lagi gak mood…”
“ Makannya koq sedikit? “
Jawab: “ Lagi gak mood…lagi no appetite, gak nafsu makan.”
“ Belajar donk, kan ujian sebentar lagi…”
Jawab: “ Nggak lah, nanti saja, tunggu mood-nya ada…”
Dan seterusnya…
Kasihan juga jadi si mood ini
Kadang disalah-salahkan dan sering kali
Jadi kambing hitam
Aku cuma kuatir kalau suatu saat kita berdoa kepada-Nya
Kalau Dia sama moody-nya seperti manusia
Gini nih kira-kira jawaban-Nya:
“Tuhan, ampuni aku atas dosaku.”
Jawab-Nya: “ Nanti dulu, Aku lagi nggak mood…”
“ Tuhan, aku mohon damai-Mu dalam hidupku…”
Jawab-Nya: “ Boleh, nanti aku berikan, kalau mood-Ku hadir lagi, tapi bukan hari ini, besok-besok ya…”
“ Tuhan, aku mohon kesembuhan untuk kakekku dan pamanku yang sakit”
Jawab-Nya: “ Baiklah, tunggu mood-Ku dulu ya, baru mereka sembuh.”
“ Tuhan, berdoa untuk bangsa Indonesia, semoga selalu Kau lindungi.”
Jawab-Nya: “ Lagi nggak mood untuk melindungi bangsamu, lain kali ya…”
“ Tuhan mohon udara yang cerah ya!”
Jawab-Nya: “ Kalau good mood, ya udara cerah… Tapi kalau bad mood? Yah, hujan badai dan halilintar lah…”
Stop…. Cukup…Cukup…!
My imagination, stop dulu donk kamu…
Aku mau kembali ke fakta dan realita saja ah...
Untunglah Tuhan selalu setia dan konstan
Dalam arti Dia tidak moody
Kalau Tuhan moody, apa jadinya kita?
Kadang Dia baik, kadang Dia tidak
Tergantung mood-Nya
Dengan Kuasa-Nya yang luar biasa
Akan bahaya kalau Dia moody
Jadi ingat film Bruce Almighty
Ingat Jim Carrey
Yang berkesempatan memperoleh kuasa luar biasa
Namun menyalahgunakannya…
Untunglah Tuhan tidak moody.
Kalau iya, apa jadinya kita-kita nanti?
Terima kasih Tuhan karena Tuhan enggak pernah bilang
“ Sorry, Aku lagi enggak mood!”
Cukup saya dan teman-teman saya saja yang bilang begitu…
Tuhan jangan ya…. :)
Dan sorry ya, God…kalau kadang-kadang kami mengalami
Saat-saat enggak mood ketika:
----Ada orang yang membutuhkan pertolongan kami
----Kami harus beribadah
----Kami hendaknya berdoa
----Melakukan kegiatan rutinitas kami yang Kau berikan
---- De el el, de es be
Yang aku tau dan aku syukuri:
Tuhan selalu in the mood untuk
Membantu kami dan mendengarkan kami
Walaupun se-gimana ‘enggak mood-nya’ kami
Thank You, God!
Singapore, 4 July 2009
-fon-
* sempet enggak mood, but balik lagi in the mood to write down this. Thanks once more God! :)
Hendak menuliskan sesuatu
Yang menjadi deadline hari itu
Tapi entah kenapa
Tak ada satu pun huruf yang keluar dari otakku
Mungkin ini yang namanya
Enggak Mood???
Enggak mood…
Jadi jawaban banyak orang ketika ditanya sesuatu
“ Koq jarang senyum hari ini?”
Jawabnya: “ Lagi nggak mood, nih!”
“ Koq sudah lama gak facebook-an?”
Jawab: “ Lagi nggak mood, bosen, gitu-gitu aja…”
“ Koq udah lama gak ke tempat ibadah?”
Jawab: “ Lagi gak mood…”
“ Koq udah lama gak berdoa?”
Jawabnya: “ Lagi gak mood…”
“ Makannya koq sedikit? “
Jawab: “ Lagi gak mood…lagi no appetite, gak nafsu makan.”
“ Belajar donk, kan ujian sebentar lagi…”
Jawab: “ Nggak lah, nanti saja, tunggu mood-nya ada…”
Dan seterusnya…
Kasihan juga jadi si mood ini
Kadang disalah-salahkan dan sering kali
Jadi kambing hitam
Aku cuma kuatir kalau suatu saat kita berdoa kepada-Nya
Kalau Dia sama moody-nya seperti manusia
Gini nih kira-kira jawaban-Nya:
“Tuhan, ampuni aku atas dosaku.”
Jawab-Nya: “ Nanti dulu, Aku lagi nggak mood…”
“ Tuhan, aku mohon damai-Mu dalam hidupku…”
Jawab-Nya: “ Boleh, nanti aku berikan, kalau mood-Ku hadir lagi, tapi bukan hari ini, besok-besok ya…”
“ Tuhan, aku mohon kesembuhan untuk kakekku dan pamanku yang sakit”
Jawab-Nya: “ Baiklah, tunggu mood-Ku dulu ya, baru mereka sembuh.”
“ Tuhan, berdoa untuk bangsa Indonesia, semoga selalu Kau lindungi.”
Jawab-Nya: “ Lagi nggak mood untuk melindungi bangsamu, lain kali ya…”
“ Tuhan mohon udara yang cerah ya!”
Jawab-Nya: “ Kalau good mood, ya udara cerah… Tapi kalau bad mood? Yah, hujan badai dan halilintar lah…”
Stop…. Cukup…Cukup…!
My imagination, stop dulu donk kamu…
Aku mau kembali ke fakta dan realita saja ah...
Untunglah Tuhan selalu setia dan konstan
Dalam arti Dia tidak moody
Kalau Tuhan moody, apa jadinya kita?
Kadang Dia baik, kadang Dia tidak
Tergantung mood-Nya
Dengan Kuasa-Nya yang luar biasa
Akan bahaya kalau Dia moody
Jadi ingat film Bruce Almighty
Ingat Jim Carrey
Yang berkesempatan memperoleh kuasa luar biasa
Namun menyalahgunakannya…
Untunglah Tuhan tidak moody.
Kalau iya, apa jadinya kita-kita nanti?
Terima kasih Tuhan karena Tuhan enggak pernah bilang
“ Sorry, Aku lagi enggak mood!”
Cukup saya dan teman-teman saya saja yang bilang begitu…
Tuhan jangan ya…. :)
Dan sorry ya, God…kalau kadang-kadang kami mengalami
Saat-saat enggak mood ketika:
----Ada orang yang membutuhkan pertolongan kami
----Kami harus beribadah
----Kami hendaknya berdoa
----Melakukan kegiatan rutinitas kami yang Kau berikan
---- De el el, de es be
Yang aku tau dan aku syukuri:
Tuhan selalu in the mood untuk
Membantu kami dan mendengarkan kami
Walaupun se-gimana ‘enggak mood-nya’ kami
Thank You, God!
Singapore, 4 July 2009
-fon-
* sempet enggak mood, but balik lagi in the mood to write down this. Thanks once more God! :)
Monday, June 29, 2009
Maafkan Kami, Tuhan...
Maafkan kami, Tuhan…
Kalau kami terlalu banyak meminta
Minta ini dan itu…
Tak pernah merasa puas…
Apalagi merasa cukup …
Dengan apa yang telah Kau beri
Maafkan kami, Tuhan…
Kalau kami terlanjur mudah merasa iri
Atas kegemilangan
Dan kemudahan yang didapat orang lain
Tanpa tahu proses yang dilaluinya
Yang mungkin penuh air mata…
Malam-malam penuh kekuatiran…
Dan kegelisahan…
Tanpa tahu harus berbuat apa…
Karena terlalu sering…
Kami hanya melihat apa yang terlihat…
Dari kaca mata kami…
Tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi
Dan ada apa di balik itu semua…
Maafkan kami, Tuhan…
Kalau ketika kami sedang gembira
Kami lupa mengucap syukur
Namun ketika kami bermasalah besar
Kami adalah orang yang pertama lari kepada-Mu
Karena di saat itulah kami tahu
Kami tak berdaya…
Kami lemah…
Kami tak kuasa…
Melawan hidup dan permasalahannya
Karena kami hanya manusia biasa
Dan seketika…
Ketika kami sudah lepas daripadanya
Kami kembali tenang dan bahagia
Dan (lagi-lagi) terkadang lupa
Memenuhi mulut dan hati kami
Dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada-Mu
Maafkan kami, Tuhan…
Atas kesombongan kami…
Atas keserakahan kami sebagai manusia…
Atau kemampuan kami untuk menghalalkan segala cara…
Untuk mengambil keuntungan semata…
Tanpa peduli lingkungan atau sesama…
Karena sebetulnya
Kami (lagi-lagi) terkadang lupa
Bahwa kami bukan penguasa dunia
Namun, Engkaulah yang empunya segalanya
Maafkan kami, Tuhan…
Untuk segala salah yang kami perbuat
Untuk pikiran, perkataan, dan perbuatan kami
Yang tak berkenan di hadapan-Mu
Maafkan kami, Tuhan…
Selagi masih ada waktu bagi kami di dunia ini
Semoga kami mau terus memperbaiki
Sikap-sikap yang kurang baik…
Pikiran-pikiran negatif…
Kebiasaan-kebiasaan tak terpuji…
Yang ada dalam diri kami…
Maafkan kami, Tuhan…
Dan kami yakini bahwa pintu maaf-Mu
Tak pernah terkunci
Selalu terbuka untuk setiap insan
Yang mau bertobat dan berbalik ke jalan yang benar.
Amin.
Singapore, 30 June 2009
-fon-
Kalau kami terlalu banyak meminta
Minta ini dan itu…
Tak pernah merasa puas…
Apalagi merasa cukup …
Dengan apa yang telah Kau beri
Maafkan kami, Tuhan…
Kalau kami terlanjur mudah merasa iri
Atas kegemilangan
Dan kemudahan yang didapat orang lain
Tanpa tahu proses yang dilaluinya
Yang mungkin penuh air mata…
Malam-malam penuh kekuatiran…
Dan kegelisahan…
Tanpa tahu harus berbuat apa…
Karena terlalu sering…
Kami hanya melihat apa yang terlihat…
Dari kaca mata kami…
Tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi
Dan ada apa di balik itu semua…
Maafkan kami, Tuhan…
Kalau ketika kami sedang gembira
Kami lupa mengucap syukur
Namun ketika kami bermasalah besar
Kami adalah orang yang pertama lari kepada-Mu
Karena di saat itulah kami tahu
Kami tak berdaya…
Kami lemah…
Kami tak kuasa…
Melawan hidup dan permasalahannya
Karena kami hanya manusia biasa
Dan seketika…
Ketika kami sudah lepas daripadanya
Kami kembali tenang dan bahagia
Dan (lagi-lagi) terkadang lupa
Memenuhi mulut dan hati kami
Dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada-Mu
Maafkan kami, Tuhan…
Atas kesombongan kami…
Atas keserakahan kami sebagai manusia…
Atau kemampuan kami untuk menghalalkan segala cara…
Untuk mengambil keuntungan semata…
Tanpa peduli lingkungan atau sesama…
Karena sebetulnya
Kami (lagi-lagi) terkadang lupa
Bahwa kami bukan penguasa dunia
Namun, Engkaulah yang empunya segalanya
Maafkan kami, Tuhan…
Untuk segala salah yang kami perbuat
Untuk pikiran, perkataan, dan perbuatan kami
Yang tak berkenan di hadapan-Mu
Maafkan kami, Tuhan…
Selagi masih ada waktu bagi kami di dunia ini
Semoga kami mau terus memperbaiki
Sikap-sikap yang kurang baik…
Pikiran-pikiran negatif…
Kebiasaan-kebiasaan tak terpuji…
Yang ada dalam diri kami…
Maafkan kami, Tuhan…
Dan kami yakini bahwa pintu maaf-Mu
Tak pernah terkunci
Selalu terbuka untuk setiap insan
Yang mau bertobat dan berbalik ke jalan yang benar.
Amin.
Singapore, 30 June 2009
-fon-
Subscribe to:
Posts (Atom)