Showing posts with label impian. Show all posts
Showing posts with label impian. Show all posts

Wednesday, April 27, 2011

Kent Boyd From Wapokaneta


Kent Boyd from Wapokaneta

Not so many people have heard about Wapokaneta, a small city in Ohio-USA. Not even the So You Think You Can Dance judge: Nigel Lythgoe who drove his car to this small city to deliver the good news that Kent Boyd-was in the Top 11 of the So You Think You Can Dance Season 7.

And currently the show has just finished being shown in AXN Channel. It was aired in the year 2010 in US, but just currently in Asia. And Kent was on finale. He made it to the top 3 together with Lauren and Robert. And eventually, Kent was the 2nd winner. What a great achievement he made!

Thinking about Wapokaneta, thinking about Kent

I think about many of us. Somehow, we think we’re small because we come from small village-never been heard before. Maybe our village is so small that can’t be seen in our country’s map. So small that when we say its name, not many people know about it. Or they even raise their eye brows in amazement like hearing the planet language for the very first time. But, actually it doesn’t have to make us think small. See what Kent can do, he can make his parents and village people proud. Because even he’s from a small village, he has a great dancing talent that so huge…A lot bigger than where he came from or his background.

Never underestimate ourselves. Our condition doesn’t define our future. We can make it as long as we have that kind of belief… We can be the winner of this life despite our past condition, i.e.: family background, financial difficulties, kampong boy or kampong girl… But if we have that talent that God has given us, we need to believe as well that He will enrich us along the way.

Kent has taught me a lesson. I need to stay positive and believe in God. Believe that if He wants to bring us to another level, it doesn’t matter where we are now. He will bring us anyway to reach whatever passion and dreams that we hold strongly in our heart. As long as we work hard, do our best, practice a lot, and pray to Him… Never mind that I’m only a kampong girl with poor background… Never mind all those things because as long as we believe that God will make a way, for sure He will. Doesn’t really matter about our past, but hey, He can bring us so high if we work hard and it’s according to His will…

May we have the confidence in Him to do our best in this life. Yes, we can make it!

Ho Chi Minh City, 28 April 2011

-fonnyjodikin-

*copy paste, forward, or share? Please attach the link or the author’s name. Thanks.


Kent Boyd Dari Wapokaneta

Tidak banyak orang yang pernah mendengar tentang Wapokaneta, kota kecil di Ohio-USA. Begitu pula dengan salah satu juri acara So You Think You Can Dance-Nigel Lythgoe yang harus mengemudikan mobilnya ke kota kecil ini untuk menyampaikan kabar baik bahwa Kent Boyd adalah salah satu dari Top 11 dalam acara So You Think You Can Dance Season 7.

Dan saat ini, acara baru saja selesai ditayangkan di AXN. Setelah mengudara di Amerika di tahun 2010, tetapi baru saja ditayangkan di Asia. Dan Kent termasuk dalam 3 besar acara ini bersama Lauren dan Robert. Dan akhirnya, Kent keluar sebagai pemenang kedua. Pencapaian yang luar biasa, Kent!

Memikirkan Wapokaneta, memikirkan Kent

Saya pun berpikir tentang banyak dari kita… Terkadang kita merasa kecil karena kita berasal dari kampung kecil yang tak pernah terdengar sebelumnya. Mungkin kampung kita begitu kecilnya sehingga tak terlihat di peta negara kita. Begitu kecilnya, ketika kita menyebutkan namanya, tak banyak orang yang tahu mengenai hal itu. Atau mereka malah mengernyitkan keningnya, menaikkan alisnya dalam kebingungan seperti mendengar bahasa planet untuk pertama kalinya. Tetapi, seharusnya hal itu tidak membuat kita berpikir kecil. Lihatlah apa yang bisa dilakukan Kent, dia bisa membuat orang tuanya dan orang sekampungnya bangga. Karena walaupun dia berasal dari kampung kecil, dia mempunyai talenta menari yang begitu besar… Jauh lebih besar daripada tempat asalnya atau latar belakangnya.

Jangan pernah merendahkan diri kita. Kondisi kita saat ini tidaklah menentukan masa depan kita. Kita bisa mencapai hal-hal besar asalkan kita percaya. Kita bisa jadi pemenang dalam hidup ini tanpa memedulikan masa lalu kita, misalnya: latar belakang keluarga, kesulitan keuangan, asal dari kampung… Tetapi, ketika Tuhan menitipkan talenta itu dalam diri kita, kita perlu percaya bahwa Dia akan memperkaya kita sepanjang perjalanan hidup kita…

Kent sudah mengajarkan saya suatu pelajaran berharga. Saya harus terus berpikir positif dan percaya pada Tuhan. Percaya ketika Dia inginkan saya naik ke suatu jenjang tertentu, tidak peduli kita berada di mana saat ini…. Dia akan tetap membawa kita mencapai keinginan yang kuat serta impian kita yang kita genggam begitu erat dalam hati kita. Selama kita bekerja keras, melakukan yang terbaik, banyak berlatih dan berdoa kepada-Nya… Tidaklah penting kalau misalkan saya hanyalah gadis kampung dengan latar belakang keluarga yang miskin… Tidaklah penting hal-hal tersebut, karena bila saya percaya Tuhan akan bukakan jalan, tentunya Dia akan bertindak. Tidaklah penting masa lalu kita, tetapi hei, Dia bisa membawa kita begitu tinggi asal kita bekerja keras dan itu sesuai rencana-Nya.

Semoga kita punya kepercayaan diri di dalam Dia untuk melakukan yang terbaik dalam hidup ini. Ya, kita bisa!

Ho Chi Minh City, 28 April 2011

-fonnyjodikin-

*copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.

Sunday, July 18, 2010

Living up My Dream




Saya tidak sedang berada di Indonesia ketika menuliskan hal ini, tetapi SMS, chat YM, dan email yang saya terima semua memungkinkan saya tetap berkomunikasi dengan para sahabat di Indonesia. Merekalah yang menginformasikan, buku pertama saya yang solo karier: Chapters of Life: From Nothing Into Something, sudah siap. Hari Sabtu lalu, 17 Juli, buku itu sudah berada di tangan sahabat saya yang akan membantu distribusi buku ini di Jakarta. Juga diantarkan oleh seorang yang juga jadi sahabat sejak penerbitan buku ini, karena beliau membantu segala macam prosesnya. Mulai dari mengolah data mentah berupa dokumen ‘Word’, menjadikannya bentuk buku, mencarikan illustrator untuk kaver, mencetaknya, sekaligus menjadi editor juga.

Setiap memikirkan proses jadinya buku ini, yang ada hanyalah ucapan syukur. Ketika banyak hal yang seolah tidak mungkin, saya merasa amat dibantu oleh tangan-tangan penolong yang dikirimkan-Nya kepada saya. Saya tidak tinggal di Indonesia, jadi awalnya saya cukup merasa sulit juga. Tetapi, akhirnya satu per satu terselesaikan dengan baik. Thanks to technology-internet-Fesbuk-SMS. Thank God!

Saya selalu suka menuliskan tentang impian, saya juga-seperti yang banyak teman tahu- terus mengejarnya. Akhir tahun 2006, ketika saya memulai blogging dan menulis secara lebih intens, satu per satu jalan dibukakan untuk saya. Bukan berarti saya tak pernah putus asa atau gelisah, terkadang justru saat-saat itulah saya tetap menulis dan tulisan malahan lebih bermakna. Saya pun mengalami masa naik-turunnya semangat dalam mengejar impian ini. Namun, terus di dalam doa, saya hanya bisa berikan yang terbaik dengan terus berkarya.

Buku itu hari ini mulai dikirimkan kepada sahabat-sahabat saya yang mendukung penerbitan buku ini dengan segera memesannya. Ada yang amat berkesan bagi saya, karena dia ingin menghadiahkannya buat Sang Istri di hari ulang tahunnya. Saya bahagia, karena bisa ambil bagian di momen penting bagi yang terkasih seperti itu.

Semoga buku ini bisa menjangkau lebih banyak orang dan menjadi inspirasi, karena menulis itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Juga, banyak hal yang bisa dipelajari lewat kesederhanaan sekalipun. Dan semoga setiap babakan kehidupan kita mendapatkan banyak percikan kebijaksanaan yang selalu ditawarkan, syaratnya hanya kita teliti melihatnya atau tidak…

Dan semoga apa pun impian kita dari hati yang terdalam, tetap kita perjuangkan dengan sekuat tenaga. Dan, ketika saat-Nya tiba…Kita bisa tersenyum bahagia, karena impian itu terwujud nyata. Beranilah bermimpi dan mengusahakan yang terbaik dari diri. Really, impossible is nothingJ

SG, 19 Juli 2010

-fon-

* special thanks to Femi dan Mas KJ buat bantuannya.

* juga buat setiap sahabat yang mendukung buku ini. Beberapa bahkan mendukung buat promo di acara mereka di waktu-waktu mendatang. Thank God.

Wednesday, April 14, 2010

Kejarlah Daku


Saya baru saja menonton acara ‘Pursuits’ di ‘Channel News Asia’, acara yang bagi saya amatlah menginspirasi. Acara ini menampilkan tokoh-tokoh yang mengejar impiannya dan berhasil. Berhasil-ukurannya bukan melulu uang-namun berhasil mencapai impian mereka.

Ada tiga tokoh yang ditampilkan. Semuanya dari India.

Tokoh yang pertama, seorang ahli fotografi asal India yang sudah melanglang buana sampai ke Sungai Amazon. Dia meninggalkan pekerjaan yang ditawarkan oleh pemerintahnya untuk kemudian mengejar impiannya sebagai fotografer. Yang hebatnya, dia memotret buaya dan binatang buas lainnya di Sungai Amazon dengan santai saja. Malah terlihat amat menikmatinya, padahal itu adalah pengalaman yang buat sebagian orang menimbulkan ketakutan karena melihat buaya di depan mata seperti itu. Dari seseorang yang bukan siapa-siapa, dari keluarga menengah cenderung miskin, dia berhasil menjadi fotografer terkenal kelas dunia.

Tokoh berikutnya: dua orang wanita. Sahabat baik, yang mendirikan The Banyan di Chennai, India. Adalah dua sahabat: Vandana Gopikumar dan Vaishnavi Jayakumar yang mendirikan rumah perawatan bagi mereka yang terganggu mentalnya di India sana. Memberikan pendidikan, menjadi rumah tempat penampungan, membagikan keceriaan lewat tarian dan nyanyian, dan dari tahun 1993 membawa lima ribu (5.000) orang yang terganggu mentalnya menjadi orang yang lebih baik. Mereka tak punya banyak uang bagi diri mereka sendiri. Di wawancara mereka mengakui kalau mereka tak punya cukup uang namun semua dari hasil pemberian orang tua, teman, suami, dan sebagainya. Pikiran mereka tercurah sepenuhnya bagi ‘The Banyan’ ini.

Jujurnya, tidak banyak orang yang akan memedulikan orang yang terganggu jiwa dan mentalnya. Melihatnya saja terkadang kita sudah keburu takut dan menyingkir pergi. Ketika ada orang-orang dengan kepedulian semacam ini, hati saya tersentak. Hampir meneteskan air mata karena amat terharu. Apa yang mereka lakukan, memberikan diri bagi masyarakat marjinal-‘powerless’-dan yang terbuang adalah contoh yang amat luhur. Tidak mudah hidup dengan seseorang yang sakit mental, namun ketika memilih untuk menampung ratusan bahkan ribuan orang semacam ini, betul-betul ketulusan dan kasih yang tanpa pamrih menjadi jelas terlihat.

Terlalu sering kita membaca pemberitaan yang buruk. Perkosaan, pencurian, pelecehan, pembunuhan, gosip, dan sebagainya. Ketika saya pribadi mendengar berita-berita yang melegakan, acara-acara bermutu semacam ini, hati saya seolah disirami kehangatan yang baru. Bahwa dunia, di tengah segala kebobrokannya, tidak berhenti menghasilkan orang-orang yang tampil beda. Orang-orang yang memikirkan nasib orang lain terlebih dahulu daripada nasib mereka sendiri. Orang-orang yang mungkin tidak kaya secara materi, tetapi kaya hati. Ketika mereka memilih mengejar ‘passion’ yang terdalam akan impian mereka, mereka tidak lagi memusingkan banyak ketakutan yang mungkin menarik mereka jauh-jauh dari impian mereka. Namun mereka memilih bangkit, berdiri tegar, dan menjalani hari-hari pemenuhan impian mereka.

‘Channel News Asia’ memberikan slogan yang tepat bagi mereka, bahwa mereka bukanlah melulu ‘dreamer’ tetapi juga ‘doer’. Mereka bukan saja orang yang memiliki impian, namun mereka juga mengerjakan segala sesuatunya untuk mencapai impian itu.

Fotografer itu dan pemilik ‘The Banyan’ mengajarkan saya untuk tak berhenti bermimpi. Tak henti pula melaksanakan semua hal yang baik demi tercapainya impian saya. Kita masih boleh bermimpi melihat wajah dunia yang lebih baik. Sebuah dunia yang selalu ada di kepala saya, yang walaupun rasanya sulit diwujudkan, namun saya juga tak berhenti bermimpi dan terus menghimbau. Mari kita jadikan dunia ini tempat yang lebih layak ditinggali. ‘Let’s make this world a better place to live.’ Itu kata-kata yang membekas di hati saya di lagu 'Heal the World' yang dinyanyikan oleh ‘King of Pop’- ‘Michael Jackson’. Dunia yang penuh kesakitan ini memerlukan tangan-tangan yang menolong. Dunia yang kesakitan ini perlu mereka yang sudi memberikan dirinya (tenaga, pengetahuan, talenta, termasuk uang). Dunia yang tampaknya semakin bobrok ini sebetulnya masih bisa diperbaiki, setidaknya dimulai dari hari ini. Dari sudut terdalam di hati kita masing-masing yang tak henti bermimpi untuk jadikan hidup ini lebih berarti.

Apa pun impianmu yang tak pernah hilang dari benakmu, selalu ada di situ: entah matamu terpejam atau terbuka. Kejarlah, raihlah! Tak pernah salah punya mimpi yang begitu menjiwai seluruh hidupmu. Tak salah ketika seolah jatuh cinta, impian itu terus terbayang-bayang di mata. Ini saatnya untuk bangkit dan lakukan sesuatu untuk mengejar impian itu. ‘Dreamer and doer’ semoga bisa sejalan.

Kejarlah daku! Begitu kata impianmu yang memanggil-manggil di ujung sana:) Beranilah bermimpi dan jadikan dunia ini ‘a better place to live’:)

HCMC, 14 April 2010

-fon-

Sumber gambar:

http://media.photobucket.com/image/reach%20for%20the%20sky/mixanwho/ReachfortheSky.jpg?o=39


Thursday, April 8, 2010

Kalo Gw Ngetop One Day…



*** di imaji dan bila itu jadi nyata…

‘Gw’ sering liat acara karbitan yang membuat orang ngetop. Karbitan, karena proses ngetopnya singkat ‘banget’. Dari awal ‘American Idol’, hanya perlu waktu kurang dari enam bulan untuk jadi idola dunia. Walopun ‘gw yakin proses buat jadi ngetop itu sendiri dimulai jauh-jauh hari… Sebelum mereka audisi, mereka sudah latihan dari sekian tahun sebelumnya, mungkin dari kecil sudah hobby nyanyi. Mereka sudah sering manggung dari satu kota ke kota lainnya, mereka sering memenuhi acara mandi di kamar mandi mereka dengan teriakan-teriakan ‘rock’-nya. Kalopun proses terkenalnya yang seolah instan, ‘gw’ sadar koq, di luar itu mereka juga ‘udah’ usaha keras.

Masalahnya dari publikasinya. Dulunya mungkin mereka ‘cuma’ bar tender, waitress di restoran, ato kata dunia mereka bukan siapa-siapa (psssst, padahal ya mereka manusia juga, ya hehehe). Sesudah acara itu kelar, langsung melesat jadi seleb kelas dunia. Yang ‘gw’ liat, gak semua artis entah Hollywood, Hongkong, Jepang, Korea, Bollywood, ‘ato’ negeri tercinta Indonesia bisa menjaga kelakuannya dengan baik. Maksudnaaa: banyak orang-orang yang OTB (Orang Top Baru, adaptasi dari OKB – Orang Kaya Baru) seperti lupa diri. Lupa daratan, ingatnya lautan. Halah! Wkwkwk…

Mungkin sulit ya, untuk menerima itu semua. Dari yang bukan siapa-siapa dan yang hanya ‘ngandalin’ tip di resto, eh mendadak punya uang bejibun banyaknye. Yang cuma dilirik sesekali oleh cowok ato cewek, mendadak punya ribuan ato bahkan jutaan fans (untung fans ‘gw’ di FB baru ‘go pek a.k.a’ lima ratus aja, jadi gak perlulah sombong- menyombong begitu wkwkwk).

Sekarang, ‘gw’ lagi mensyukuri ketidakngetopan ‘gw’ karena dengan begitu ‘gw’ bebas jadi diri sendiri. Ke resto, ke warung, bisa angkat kaki. ‘Gak pa-pa’. ‘Gak’ akan ada yang bilang, eh Si Fonny di warung X angkat kaki lho! Seleb koq angkat kaki? Ya iyalah, gwkan salep bukan seleb wkwkwk…:) Jadi, masih boleh ‘donk’ angkat kaki nyantai-nyantai (‘honestly, gw bukan tipe suka angkat kaki ‘seh’, tapi anggaplah ini hiperbolanya ‘gw’ yang lagi kumat hahaha…).

‘Trus’, ‘gw’ masih bisa ke mal ato ke pasar tanpa harus dikejar ‘paparazzi’, paling dikejar ama Pak Satpam aja: “ Jeng, jeng…Itu kaosnya kebalik, Jeng…wkwkwk…”

Eniwei, buswei…biarkan ‘gw’ bermimpi, kalo ‘gw’ ngetop one day, biar ini jadi catetan buat ngingetin ‘gw’:

  • ‘gw’ musti tetep rendah hati, karena ‘gw’ sadar, dulunya ‘gw’ bukan siapa-siapa, sampe sekarang pun masih belum siapa-siapa. Karena yang Siapa-Siapa itu cuma DIA yang di atas sono…
  • ‘gw’ gak menolak kekayaan, tapi ‘gw’ menolak foya-foya gak jelas dan gak ketentuan juntrungannya. ‘Gw’ mau kaya harta sekaligus kaya hati, karena ‘gw’ punya cita-cita jadi donatur panti asuhan ato pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. Lintas agama, gak peduli ras, karena pendidikan dan kemanusiaan melampaui semua pengotakan yang dilakukan manusia. Untuk itu, Tuhan, ‘gw’ mau jadi kaya hati dan harta.
  • ‘gw’ musti tetep jadi diri sendiri. ’Gak usah sok-sok ja-im’ mentang-mentang ‘ngetop’ nanti.
  • Moga-moga ‘gw’ tetep gak tertarik ama ‘botox, facelift’, dan segala yang artifisial bagi fisik ‘gw’, ‘gw’ tetep maunya ‘heartlift’ gimana menata hati ‘gw’ biar lebih cantik. Dan yang cantik di dalam itu bakal mengalir ke luar, bukan?
  • ‘gw’ tetep mau punya waktu buat keluarga ‘gw’, buat anak dan suami ‘gw’. Bagi ‘gw’, popularitas itu kagak ada gunanya kalo menjauhkan dari sumber-sumber kebahagiaan sejati seperti: keluarga dan teman baik.
  • ‘gw’ tetep mau berteman dengan fans-fans ‘gw’. Tanpa mereka ‘gw’ bukanlah apa-apa dan gak bakal jadi seperti sekarang ini. ‘Thank you all, I love you! ‘ *gaya trima piala ‘Oscar ato Grammy’ sambil melambai-lambaikan tangan ala ‘Miss Universe’ kekekek…*
  • ‘gw’ tetep mau berbagi dengan mereka yang baru merintis di bidang yang ‘gw’ tekuni. Mereka yang mungkin masih kebingungan harus apa dan bagaimana. ‘Gw’ membagikan ilmu dan pengalaman, dengan demikian menjadikan ‘gw’ lebih hidup. Misalnya jadi penulis ternama: biarkan ‘gw’ berbagi. Biar lebih banyak lagi J.K. Rowling di dunia ini. ‘Gw’ sendiri belum sampe sih, tapi aminnn kalo ‘someday’ bisa jadi xixixi…
  • ‘gw’ adalah ‘gw’. Mo ngetop mo kagak, tetep maunya jadi diri ‘gw’. Kata Mas Matthew Morrison di’pilem Glee’. ‘Glee is about being yourself’. Nah, itu die Mas yang ‘gw’ pengin ‘praktekkin’… ‘Mo’ jadi diri sendiri aja, ah…Capek jadi diri orang lain…
  • Apa lagi ye,’ ntar-ntar kalo inget’ ‘gw’ tambahin lagi ‘dey’…:)

‘Kalo gw ngetop one day, tulung doain gw’ biar ‘gak kelewat’ tinggi berenang di awan-bermain dengan bintang-bercumbu dengan rembulan. Biarkan ‘gw’ tegar berdiri di bumi, menjejakkan kaki dan sadar… semua itu datangnye dari Nyang Di Atassss:)

HCMC, 9 April 2010

-fon-

* mendadak ‘ngimpi’…Bangun ‘euy’! Bangun wkwkwk…

* ditulis dengan EYG lagi. Ejaan yang ‘gw’ mau:)

Sumber gambar:

http://www.planetware.com/picture/los-angeles-hollywood-walk-of-fame-us-ca185.htm dengan sedikit modifikasi:)