Showing posts with label berserah. Show all posts
Showing posts with label berserah. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Bukan Inginku




Ketika banyak kejadian sesuai inginku...
aku bahagia, aku bersorak, aku gembira!
Tuhan sungguh baik bagiku!

ketika ada satu, dua, tiga kejadian yang jauh dari inginku...
aku sempat jatuh ke dalam lembah putus asa,
frustrasi dan depresi begitu gampang mendera,
kukira Tuhan tak lagi mengasihiku dan aku sudah terlupakan begitu saja...

sesudah banyak kejadian tak sesuai dengan inginku...
aku mulai belajar menerima hal-hal itu
mungkin Tuhan punya rencana lain bagi hidupku
suatu rencana yang lebih indah dari yang pernah ada di kepalaku

dalam hidup ini tak selalu semua seperti inginku...
tetapi tidak selalu inginku itu yang terbaik bagiku...
keinginanku belum tentu kebutuhanku...
terkadang aku sendiri tak cukup tahu apa yang kuperlu...

segalanya kuserahkan kepada Yang Kuasa...
Biarlah ketika bukan inginku yang terjadi...
aku datang sujud di hadapan-Nya...
berusaha menerima hal-hal yang tak bisa kuubah.
sembari terus berusaha mengubah hal-hal yang bisa kuubah.

terima kasih Tuhan untuk setiap pelajaran berharga yang kuterima.
kutahu itu semua baik bagi pertumbuhan imanku
dan pendewasaanku di dalam-Mu.

23.01.2013
fon@sg

Thursday, November 8, 2012

The Battle



The Battle

pertempuran itu tak selalu harus bersama orang lain
juga tak harus karena orang lain
mungkin ya, orang lain berbuat kesalahan yang tak termaafkan...
tetapi bukankah kita bisa memilih bagaimana reaksi kita?

tak jarang, pertempuran sesungguhnya terjadi di dalam.
dalam diri, dalam hati, dalam pikiran
bagaimana bisa berdamai dengan sesama
apalagi memikirkan perdamaian dunia,
jika damai di diri saja masih begitu sulit dicari?

There is no greater challenge in life than the battle within yourself.
- Unknown

Sungguh benar kata pepatah…
Tak ada tantangan yang lebih besar di hidup ini, dibandingkan dengan peperangan (pertempuran) di dalam diri sendiri…

So, dear friends…
hari ini, berdamailah dengan diri.
ampuni kesalahan atau kegagalan
juga kebodohan di masa silam
kenali diri sesungguhnya, adakah kemarahan terpendam?
dendam yang tak berkesudahan?
luka parah yang menganga lebar?

Tuhan, ini kami serahkan semuanya…
Bagian-bagian dari kamar hati
Yang terkadang tak lagi kami kenali
Karena sudah tertimbun rapi
Dengan pembenaran diri…

Ini semua kami serahkan kepada-Mu, Tuhan…
Biarlah urusan pembenahan hati
Kami niati dengan sepenuh hati
Dan dengan campur tangan-Mu, kami percaya…
Akan ada damai sejati yang senantiasa dinanti…

08.11.2012
fon@sg


Sunday, October 21, 2012

Tegar di dalam-Mu


kesusahan mungkin melanda
kekecewaan pun menyapa
harapan yang hancur
hati yang terluka
apa pun yang terjadi
kutahu Engkau selalu menyertai

naik-turunnya kehidupan
kuanggap suatu hal yang biasa
tak pernah dibilang mudah
untuk dijalani dan dilalui
tetapi di dalam-Mu kupercaya
kekuatan baru akan selalu ada

ajar dan bimbing diriku
untuk selalu tegar di dalam-Mu
segala persoalan dan tantangan hidup
kupercaya akan mampu kuhadapi
selama nafas ini masih ada
padamu Tuhan kuserahkan segalanya

fon@sg
20.10.2012

Thursday, August 2, 2012

Saya Nggak tau, tapi Tuhan tau




Kalau mau ditulis dengan EYD, pastinya judul tulisan ini seyogyanya berbunyi, “ Saya Tidak Tahu, tetapi Tuhan Tahu.” Tapiiii, karena lagi-lagi pengen menulis seirama hati, ya sutralah yaw sobat-sobit semua… Yang gampang-gampang sajalah…Hehehe…

Tulisan ini ditujukan bagi mereka yang lagi galau dan berpikir mau lari mengungsi ke pulau xixixi…
Tentunya banyak hal yang bikin frustrasi, ketika kita gak tau apa-apa tentang yang sedang atau akan kita jalani. Trust me, you’re not alone. Aku juga pernah kayak gitu..

Pernah berpikir ngapain sih gw ada di sini? Kenapa gw ada di tempat ini dan bukan tempat lain? Hmmm, lagi-lagi aku juga pernah bertanya kayak gitu.

Proses bolak-balik yang Tuhan berikan ke aku, juga cukup membingungkan bila dianalisa. Kenapa juga, gw bolak-balik SG-HCMC-SG. Bolak-balik, kayak setrikaan ajaaa… Bolak-balik, kayak kurang kerjaan ajaaaa… Bolak-balik, apa gak capekkkk?
Jujur ya, aku juga gak tau, kenapa aku harus melalui proses bolak-balik kayak gini hehehe. I wish I knew everything, tapi kenyataannya ‘kan tidak. Kalau saya tau semuanya, gaswattt, nanti bisa jadi Fon Almighty donk (bukan Bruce Almighty lagi) hahaha…

Bagiku, tidak ada jalan lain, kecuali percaya. Bahwa apa pun  yang Tuhan beri, pastilah yang terbaik. Setiap langkah adalah persiapan untuk menuju rencana-Nya dalam hidupku, hidup kita semua. Oh, ya, aku juga pernah berencana. Ada yang berhasil, ada yang gagal, semuanya aku serahkan kepada-Nya. Saya gak selalu tau, kadang saya bener-bener gak tau, tetapi saya yakin Tuhan tau. Wong Dia yang Maha Tau koq, apakah ada gunanya kalo saya sok tau? Biasanya, sesudah sok tau, ada suatu kejadian yang menggoncangkan baru tersungkur, karena pada kenyataannya begitu banyak hal yang kita gak tau…  Hanya Dia yang sungguh-sungguh tau…

Eh, tau-taunya, sudah sampai di akhir tulisan singkat ini. Gak berasa, ya! Saya tau, saya nggak selalu tau, makanya saya bersandar pada Yang Maha Tau…  Saya belajar untuk menerima ketidaktauan saya dan belajar bersandar kepada Dia yang selalu Tau yang terbaik bagiku. Percayakan kepada Dia yang pasti tau dehhhh yang terbaik bagi kita semua.

Selamat malam. God bless.

2 Agustus 2012
fon@sg
***yang mendadak pengen makan tahu, tapi di mana yakkk malam-malam begini yang jualan? Hahaha…


Thursday, November 17, 2011

Kepada-Nya Kupercaya


Terombang-ambing gelisah

Terbanglah kuatir dari segala arah

Menyerang bertubi-tubi

Pertahanan diri nyaris bobol lagi


Saat terlilit resah

Kutahu diriku harus berserah

Kepada Sang Pencipta

Tempatku bersandar dan berdoa


Wahai resah dan gelisah

Pergilah

Jangan jebak diriku dalam amarah

Biar kuberi yang terbaik dan berpasrah


Hanya kepada-Nya kupercaya

Segala rancangan terbaik ada di tangan-Nya. (-fon-)

HCMC, 9 November 2011

Tuesday, August 2, 2011

Terima


Terima

Ketika rencana dan impian terlanjur hancur berantakan, agaknya sulit bagi kita untuk menerimanya. Saya pun pernah berhadapan dengan kenyataan yang sangat menyakitkan, sangat tidak enak, tetapi seolah ‘terpaksa’ harus dijalani karena tidak adanya pilihan lain selain menerima.

Sebetulnya, ketika itu, kata ‘terima’ belumlah sepenuhnya saya terima. Kata itu ada di otak dan mulut, tetapi dalam hati terdapat pertentangan hebat. Kalau ini jalan-Mu, mengapa begitu sulit saya terima? Kalau ini yang terbaik untukku, mengapa harus saya alami begitu banyak kesulitan dan menanggung beban seperti ini? Katanya Tuhan Maha Pengasih, mengapa Dia seolah membiarkan banyak permasalahan berlarut-larut, bukannya malah segera membereskannya. ‘Kan Tuhan itu Maha Hebat, paling dahsyat, mengapa permasalahan begini saja sampai membutuhkan waktu sedemikian lama?

Tanpa sadar, karena kekecewaan itu saya dan mungkin juga banyak dari kita mulai mempertanyakan ke-MahaKuasa-an Tuhan. Dan dengan pintarnya, seolah kita ingin mengajari Tuhan demi membebaskan diri kita dari penderitaan ataupun kesulitan. Tetapi sesungguhnya, apakah karena kejadian yang kurang enak membuat Maha Kuasa-Nya kurang? Apakah karena Dia tidak memberikan apa yang kita kehendaki, Dia itu tidak mengasihi kita? Justru terkadang, Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, malah adalah ‘langkah penyelamatan-Nya’. Karena yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan. Dan tak jarang, yang kita inginkan adalah karena gengsi dan keserakahan manusiawi kita dan bukan yang terbaik dalam rencana-Nya dalam hidup kita. Sebagai Tuhan, Dia tentunya tahu yang paling baik bagi kita semua, anak-anak-Nya. Tak perlu lagi kita ragukan hal itu.

Jadi, apa yang harus diubah?

Sikap hati dalam memandang sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanku. Jika tidak terjadi seturut kehendakku, biarlah terjadi seturut kehendak-Mu. Dan Tuhan, kami mohonkan hati yang lembut, yang mau menerima apa pun rencana-Mu. Karena kami bukanlah pengatur kehidupan kami sendiri. Ya, kami memang punya kehendak bebas untuk memilih, tetapi biarlah pilihan itu semakin mendekatkan kami pada jalan-Mu. Salah jalan, melewati jalan yang berliku, tak membuat kami gentar untuk tetap berpegang pada-Mu. Karena hanya Engkaulah yang tahu segalanya tentang kami. Awal dan akhir kehidupan kami sudah terpeta jelas di rancangan-Mu. Ajarkan kami menerima apa yang tidak sesuai dengan keinginan kami dengan iman sekaligus percaya bahwa itu semua baik adanya. Baik bagi pembelajaran diri kami, juga baik bagi pendewasaan kami. Dan mungkin juga baik bagi orang-orang yang melihat perjuangan kami memenangkan pergumulan demi pergumulan demi kemuliaan nama-Mu.

Biarlah kami menerima semuanya, Tuhan dengan iman. Dan biarlah tangan-Mu menuntun kami. Engkau pun mengingatkan kami, membuka mata kami yang tertutupi kesombongan diri. Karena kami bukanlah siapa-siapa tanpa-Mu.

Kami terima semuanya ini, Tuhan. Setidaknya, kami belajar menerima segala sesuatunya karena percaya pada-Mu. Terima dan kemudian menyatakan terima kasih pada-Mu atas penyelenggaraan-Mu dalam hidup kami. Amin.

Ho Chi Minh City, 2 Agustus 2011

Fonny Jodikin

  • copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.
sumber gambar:
ashleyhaupt.blogspot.com

Friday, February 4, 2011

Pelintiran Hati


Pelintiran Hati

Hatiku terpelintir setiap kali kita berpisah…Mengapa harus seperti ini?
Mengapa kita harus terpisahkan jarak? Yang ratusan kilometer jauhnya…

Kita satu keluarga…Ayah, ibu, dan anak-anak…

Seharusnya kita bersama…Tetapi periuk nasiku memang memisahkanku dari mereka

Sedih, perih, tapi tak ada daya…Mungkinkah ini suratan takdirku...? Kujalani walaupun berat dengan langkah tertatih...

Hatiku terkilir setiap kali kuterbaring sendirian di tempat tidurku yang dingin dan sepi.

Sementara mereka ada di sana, aku di sini... SENDIRI.

Kugigit bibirku dengan kelu, senyap itu tak kunjung menjauh. Rindu berbalut keluh... Peluh seharian bekerja itu yang menghantarku kembali ke peraduan bisu...

Anganku melayang jauh menembusi awan, terbang tinggi di antara bulan dan bintang, mengintip perlahan lewat jendela kamar anak-anakku...

Inginku membacakan cerita sebelum tidur bagi mereka,ingin kukecup kening mereka sebelum tidur...

Ah, Ananda, kalian mungkin tak pernah tahu betapa kangennya diriku...

Hatiku patah, terkilir, terpelintir, dan cedera setiap kali kuingat diri kalian... Juga belahan jiwaku yang perlahan membunuh waktu setiap malam, menungguku untuk pulang...

Air mata menetes di pipiku. Sedikit kusesali keputusanku ketika menerima pekerjaan ini dan terpisahkan begitu jauh... Kutegarkan hatiku, mungkin ini sudah jalan-Nya bagiku...

Sulit, tapi aku berusaha bangkit...

Kusadari bahwa aku akan kehilangan momen-momen emas dalam hidup anak-anakku juga belahan jiwaku, tetapi tak kusangka perihnya sampai sebegitu jauh dan membuatku luruh…

Hatiku lecet dan baret...

Mungkin suatu saat kita bisa bersatu... Bukan hanya dua-tiga minggu, bukan hanya satu-dua bulan… Kusujud dan berdoa pada-Mu, semoga masih ada waktu bagi kami untuk kembali bersama : sebiduk mendayung perahu… Mahligai perkawinan dan lingkaran cinta yang Kauberikan padaku, semoga sempat bersama kami rengkuh…

Tuhan, semoga Kaudengar harap dan doaku… Semoga masih ada waktu.. Kuimani semua itu… Kutahu, Kau takkan tinggalkanku dalam setiap detik hidupku…Kupercayakan semuanya hanya kepada-Mu.

Ho Chi Minh, 4 Februari 2011

-fon-

* dipersembahkan buat dua sobatku yang terpaksa terpisah jauh dengan keluarganya karena bekerja di kota yang berbeda dengan tempat tinggal keluarganya. Dwi, Debbie, semoga kalian tabah dan semoga Tuhan dengarkan doa kalian… Will pray for you too:)

* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya…

sumber gambar:
cindyclarklaw.com

Sunday, December 5, 2010

resah

lelah

resah

bergulung gelisah


gerah

dikepung amarah

adakah celah?


sinar secercah

tembusi batin yang lemah

Allah? Engkaukah?


Dia bawa sejumput cerah

kuatkan yang lemah

undang damai yang hampir punah


datanglah

bersemilah

penuhilah

setiap insan yang berserah


Ho Chi Minh City, 5 Desember 2010

-fon-

* copas, forward, share? Harap sertakan sumbernya. Trims.