Sunday, October 21, 2012

Tegar di dalam-Mu


kesusahan mungkin melanda
kekecewaan pun menyapa
harapan yang hancur
hati yang terluka
apa pun yang terjadi
kutahu Engkau selalu menyertai

naik-turunnya kehidupan
kuanggap suatu hal yang biasa
tak pernah dibilang mudah
untuk dijalani dan dilalui
tetapi di dalam-Mu kupercaya
kekuatan baru akan selalu ada

ajar dan bimbing diriku
untuk selalu tegar di dalam-Mu
segala persoalan dan tantangan hidup
kupercaya akan mampu kuhadapi
selama nafas ini masih ada
padamu Tuhan kuserahkan segalanya

fon@sg
20.10.2012

Wednesday, October 10, 2012

Suatu Hari, Ketika...



Suatu hari, ketika aku sudah begitu lelah berbuat baik.
Dan dorongan untuk berbuat jahat sudah begitu memuncak…
Kucoba tenangkan diri. Jernihkan pikiran.
Serahkan segalanya ke dalam tangan-Mu…
Ah, kusadari, lagi-lagi aku yang keliru…
Tak pantas aku lari dari kasih-Mu dan tak lagi jadi kebanggaan-Mu…
Jangan sampai aku keluar dari rel-Mu.
Tuhan, ingatkan aku…

Suatu hari, ketika aku sudah capek bertindak tulus.
Sementara banyak orang berakal bulus memanfaatkanku demi fulus (baca:uang).
Tak hendak aku juga ikut arus.
Biarlah aku berhenti sejenak, beristirahat barang sebentar saja.
Lalu menjalankan tulusku yang kudapati dari-Mu.
Kekuatan-Mu membantuku hadapi semuanya itu.
Dan kupercaya akan Kauberikan pula kemampuan untuk tak hanya tulus tetapi cerdik sekaligus.

Suatu hari, ketika aku begitu kecewa akan segala usaha yang telah kulakukan tak membuahkan hasil.
Bahkan kenyataan yang ada semakin meruntuhkan kebanggaan diriku yang pernah ada.
Aku kembali kepada-Mu.
Aku bukan seorang pemalas. Aku selalu berusaha.
Dan semoga suatu saat ‘kan kuraih impian-impian itu bersama-Mu.
Mungkin tak selalu sama dengan apa yang ada di kepalaku.
Tetapi kupercaya bahwa Engkau tahu yang terbaik bagiku.

Suatu hari ketika aku begitu kelelahan dengan hidupku.
Kekecewaan beruntun yang begitu jauh dari harapanku.
Bahkan ada keinginan untuk pergi dari dunia ini…
Ya, Tuhan…
Mohonkan kekuatan bagi setiap hati yang pernah merasakan hal ini, bahwa hidup selalu punya sisi lain yang berwarna-warni.
Bukan sekelam yang terlihat saat ini.
Izinkan kami kembali percaya di dalam iman.
Masih ada pelangi menanti di esok hari.

Suatu hari ketika aku begitu muak akan kepalsuan dan kemunafikan di sekitarku.
Juga fitnahan dan prasangka buruk di sekelilingku.
Kuatkan aku hadapi semua itu, Tuhan.
Kusadari suatu hari semua akan berlalu.
Asal aku tetap jujur di dalam-Mu.
Dan jauhkan aku dari tindakan semacam itu.
Aku ingin tetap mengikuti jejak-Mu.

Suatu hari, ketika aku begitu bosan dengan orang-orang sekitarku yang terus menyakitiku.
Aku kembali pada-Mu, serahkan semua rasa sakit hatiku.
Kutahu hanya dari-Mu kutemukan kekuatan dan pengampunan.
Aku pun tak sempurna. Aku pun bisa menyakiti hati sesamaku.
Siapakah aku ini, Tuhan?
Aku pun seorang pendosa sama seperti mereka.
Penghakiman mutlak hanya milik-Mu.

Suatu hari ketika ada dorongan untuk selalu melakukan pembenaran diri. Tuhan, ajar aku bertanggung jawab atas tindakanku.
Aku bisa salah, teramat mungkin malah!
Tetapi tindakan lari dari kesalahan, mencari kambing hitam, lalu kemudian membenarkan diriku sendiri bukanlah hal yang mulia.
Ajar aku bertanggung jawab dan berani mengakui kesalahan, untuk kemudian berusaha memperbaikinya di lain waktu.

Izinkan aku kembali sadari, Tuhan…
Bersama-Mu, setiap hariku adalah baik dalam rencana-Mu.
Tak sedetik pun Kautinggalkan anak-anak-Mu…
Engkau selalu bersamaku…
Setiap hariku, Kutahu Kau ada di situ…

10.10.2012
fon@sg

Monday, September 17, 2012

Success? No Excuse




Success? No Excuse!

Kemarin, di tengah riuhnya The Voice di Channel AXN, saya berkesempatan bolak-balik ke saluran Starworld untuk menyaksikan MasterChef USA yang memasuki season ke-3. Salah seorang yang kulihat penampilannya dalam memasak adalah Christine Ha, asal Vietnam. Christine, dengan Bahasa Inggris yang sempurna - kupikir dia dari lahir sudah di Amrik sana, memasak dengan mahir walaupun dia tidak sempurna penglihatannya. Sepuluh tahun lalu, dia didiagnosa suatu penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuhnya (auto immune system) dan dia secara perlahan tapi pasti kehilangan indera penglihatannya.

Begitu terharunya para juri, terlihat Joe pun meneteskan air mata. Masakannya berupa Vietnamese hotpot crayfish membuat dia melaju dan mendapatkan ' white apron' dari Gordon Ramsay.
Aku termenung.
Kondisinya tidak mudah, membuat banyak orang akan lari dari kegiatan-kegiatan yang sulit. Tetapi, Christine membuat perbedaan dengan memasak yang luar biasa bahkan masuk dan melaju jauh di MasterChef 3 (sebetulnya karena penasaran, saya sudah googling hasilnya, tetapi saya simpan karena bagi yang ingin tahu dan tetap ingin seru dengan MasterChef 3 yang baru tayang di Starworld, silakan menantikan kelanjutan episodenya).

Christine pun kandidat Master of Fine Arts dengan spesialisasi Creative Writing di University of Houston. dia pun punya beberapa blog sendiri yang di-updatenya secara rutin. Salah satu bertajuk The Blind Cook.

Christine Ha, menumbuhkan semangat saya. Membuat saya malu jika terkadang begitu mudahnya saya putus asa, padahal kondisi jauh lebih beruntung dari dia secara fisik. Sungguh semangat dan ketabahan yang pantas ditiru!

Sukses itu memang bisa datang dan menghampiri siapa saja. Pada mereka  yang bekerja keras, berdoa sungguh dan tidak malas. Kebutaan sekali pun bukanlah dalih untuk mencapai kesuksesan.

Kisah Christine Ha hari ini mencelikkan mata kita sekali lagi. Bahwa hidup bisa membawa kita kepada keadaan yang sungguh di luar kendali dan tak terelakkan. Namun, tangan dan kasih Tuhan tak kurang panjang bagi mereka yang tak henti mencoba, pantang menyerah, memberikan yang terbaik dan berserah dalam doa.

Christine Ha sungguh inspirasional. Bagaimana dengan kita yang sempurna panca indera? Jangan sampai kita menyerah kalah dalam hidup. Semasa masih ada nafas kehidupan yang diberikan-Nya, masih ada kesempatan untuk memberikan yang terbaik dan mencapai impian terdalam yang dia letakkan di dalam hati kita dan yang tak pernah pergi dari pikiran kita. Bersama Tuhan kita bisa lakukan apa saja!

Singapore, 17 September 2012
-fon-


Saturday, September 15, 2012

It’s a Gangnam Style!






Tulisan ini sedianya mau ditulis beberapa waktu yang lalu, saat view di Youtube terhadap video Gangnam Style yang dinyanyikan oleh Psy (yang nama aslinya : Park Jae-Sang) masih di sekitar 140 jutaan. Tetapi, karena satu-dua-tiga kesibukan (excuse mode on hahaha…) barulah sempat saya tuliskan sekarang. Saat tulisan ini diturunkan (gaya wartawati nih hehe), view-nya tambah banyak, sudah 177 juta. Oh My God! Mumpung belum 200 juta yang nonton, marilah mari menulis yukkk…Hehe… Memang Psy luar biasa sekali pengaruhnya saat ini!

What is so special about Gangnam Style?
What is so special about Psy?
Mungkin banyak orang bertanya-tanya. Mengapa sampai Britney Spears bahkan Ellen DeGeneres juga sampai menari tarian ini? Mengapa sampai seluruh dunia seolah terhipnotis, mengikuti gayanya?
Setelah saya telusuri (sok detektippp amatiran J), Psy tidaklah ganteng. Bahkan dia melawan arus bintang Korea yang konon kabarnya penuh operasi plastik. Tampan, cantik semu, dan bahkan harus diet ketat untuk mempertahankan bentuk tubuhnya.

Psy, jauh dari sempurna secara fisik.
Suara, okelah. Cukup acceptable alias bisa diterima semua pihak.
Tapi, yang paling penting: berani mati dalam bergaya haha…
Dia bisa menari, walaupun tidak sebagus Jay Park yang jago nari itu (pengaruh K-POP/Korean Pop dan K-Wave/Korean Wave yang sering ditonton bareng anak-anakku xixixi). Dia jauh dari ganteng bila dibandingkan Super Junior, BEAST, Big Bang, atau grup lawas Shinhwa yang kembali ngetop dengan lagu mereka berjudul Venus (ini reportasenya mirip VJ alias Video Jockey MTV kagak jadi nihJ). Biarlah malam ini, menjadi malam nostalgia saya dengan MTV yang dulu begitu saya cintai, yang sekarang video klipnya banyak yang bikin ngeri karena kalo ditonton anak-anak ya ampunnn, begitu banyak mempertontonkan adegan yang tidak seharusnya dilihat…*menunduk prihatin dan menghela nafas…*

Oke, back to Psy…
Psy bisa ngetop karena bagi saya dia original. Jadi dirinya sendiri. Tidak ikut-ikutan bahkan cenderung melawan arus. Dengan kata lain, dia unik. Percaya diri untuk tetap jadi dirinya, gak perlu ikut-ikutan operasi plastik seperti artis Korea lainnya. Gaya menyanyi dan menarinya pun asyik, diciptakan begitu rupa sehingga mudah diterima dan jadi beken di mana-mana.

Kalau saya terapkan di kehidupan kita…
Kita ambil positifnya dari Psy…Tuhan menciptakan kita khusus, istimewa, karena tiada yang sama persis bahkan Si Kembar sekalipun. Menerima diri apa adanya, jadi yang terbaik dari diri sendiri. Tidak perlu ikut arus dunia atau ikut-ikutan, terus melakukan yang terbaik, suatu saat hmmm dengan kadar yang mungkin berbeda dari Psy, pastilah kita akan mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini pula… Selalu percaya, di setiap kondisi, pastilah Tuhan sudah siapkan semuanya…

Intinya?
Be yourself, be original. Jadi diri sendiri, pertahankan orisinalitas. Kembangkan segala bakat/ talenta yang sudah diberikan-Nya kepada kita…
Jangan berhenti untuk melakukan yang terbaik hanya bagi kemuliaan nama-Nya.

Oh, ya… Psy juga tidak sempurna…
Di masa lalu, albumnya pernah dilarang beredar, juga dia dikabarkan pernah masuk penjara akibat pernah dicurigai sebagai pemakai mariyuana…Yuk mari, tidak menghakimi… Tiada orang yang sempurna, kita pun jauhhh dari itu… Tapi, kita selalu bisa belajar dan mengambil sisi positif dari orang lain. Jangan selalu dilihat kekurangannya saja, kasihan donk ah hehe…Tuhan pun selalu memberi kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya bagi mereka yang selalu ingin menjadi seseorang yang lebih baik di dalam-Nya…

Terus berjuang, terus melakukan yang terbaik yang kita bisa…
‘Gangnam style’ kita masing-masing kita tunjukkan kepada sekitar kita, syukur-syukur bagi dunia.
All for His Glory! Semua bagi kemuliaan-Nya!

Selamat malam…
God bless you all…

Singapore, 15 September 2012
fon@sg

Wednesday, September 12, 2012

Jelang Pagi




Malam seolah enggan beranjak
Fajar yang datang pun terkesan malu-malu
Akhirnya Sang Surya pun terbit
Menyinari bumi dan seisinya

Syukur penuhi hatiku
Untuk setiap cinta yang kutemukan di hidupku
Kusadari, bukan tanpa sengaja kasih itu hadir
Yang Kuasa sudah mengirimkannya
Melalui kebaikan orang-orang di sekitarku

Jelang pagi
Syukur ada di sini
Semoga sepanjang hari
Kujaga hati
dan kubingkai dengan rasa ini

13 September 2012
fon@sg

Thursday, September 6, 2012

Diary of a Mommy



Diary of a Mommy

Sunday, August 19th 2012.

It's just a perfect day.
Sun shine came after the rain.
Not so hot, but not too cold either.
I can feel the breeze. The wind blows softly.

And here we are...
At a playground, only watching you play...
I feel the love within me.
Seeing you just playing right there freely. Happily.
I wish that I could freeze this moment.
But I know, I couldn't.

I know that sometimes in this life I can't avoid any unpredictable fall for my children. All I can do is just supporting them to get back on their feet again, even if they fall many times. Be with them. Holding their hands. Together hand in hand, I know we can make it, my sweetheart!

On our other hands, we hold onto God's- The Mighty one. There are so many things that we don't know. We can never predict. But remember that He knows. He'll surely know everything, because He's God.

My princess...
Grow freely, but use your freedom wisely. Be happy, it's okay if sometimes you cry though. You'll learn much from the pain. But don't worry... Mommy will try my best to be there for you. And don't forget our loving God is always there in each episode of our life.

Mommy will always capture your smile today and keep it in my heart. I'll pray that you'll face this life strongly in the Lord, so that you can be rejoice in whatever circumstances that you're facing.

With love and pray,
-mom-

Copyright : fon@sg

Catatan Harian Seorang Mama

Sebuah hari yang sempurna.
Mentari bersinar seusai hujan.
Tidak begitu menyengat, tidak juga terlalu dingin.
Aku bisa merasakan angin yang berhembus perlahan.

Dan di sinilah kita…
Di taman bermain, hanya memandangi kamu yang tengah asyik bermain.
Kurasakan kasih itu di dalamku.
Hanya melihatmu bermain dengan bebas. Dengan gembira.
Kuingin menghentikan waktu ini. Tetapi aku tahu, aku tak bisa.

Kutahu bahwa terkadang dalam kehidupan ini, aku tak bisa menghalangi ‘jatuh’ yang tak terduga bagi anak-anakku. Apa yang bisa kulakukan hanyalah memberikan mereka dukungan untuk kembali berdiri tegar di atas kaki mereka, walaupun mereka jatuh berkali-kali. Bersama-sama senantiasa dengan mereka. Memegang tangan mereka. Berpegangan tangan, kutahu kita bisa menghadapi semuanya, sayangku!

Sedangkan tangan kita yang satunya, kita berpegang kepada tangan Tuhan – Yang Kuasa. Begitu banyak hal yang kita tidak ketahui. Kita takkan pernah bisa menebaknya. Tetapi, ingatlah bahwa Dia tahu. Dia sungguh tahu segalanya, karena Dialah Tuhan.

Puteriku…
Bertumbuhlan dengan bebas, tetapi pergunakan kebebasanmu dengan bijaksana. Bergembiralah, tetapi tak mengapa jika sesekali engkau menangis. Engkau akan banyak belajar dari penderitaan. Tetapi, janganlah kamu khawatir… Mama akan selalu berusaha untuk terus bersamamu. Dan janganlah lupa, Tuhan yang Maha Pengasih itu akan selalu bersama kita di setiap episode kehidupan kita.

Mama akan selalu mengabadikan senyummu hari ini dan menyimpannya di hatiku. Aku akan berdoa agar kamu kuat menghadapi kehidupan ini bersama-Nya, sehingga kau bisa bersukacita di dalam-Nya di setiap keadaan yang kauhadapi.

Sepenuh cinta dan doa,
-Mama-

Oleh fon@sg

Tuesday, August 28, 2012

FRAGILE (Rapuh)




Kuangkat dagu setinggi-tingginya. Mau kutunjukkan pada dunia, bahwa aku memang orang yang mampu melakukan apa saja. Selalu nomor satu, tak pernah kalah. Jika ada yang bilang aku salah, mereka harus lihat peraturan nomor satuku.
AKU TAK PERNAH SALAH!

Aku ingin semua orang mengagumiku. Menganggap aku semacam ‘super hero’ yang serba tangguh. Keinginan itu begitu kuat, agar aku jadi semacam panutan yang diagung-agungkan semua orang.

Diam-diam ada sisi lain di diriku yang berseru, “Aku capek!” Sungguh letih dengan ini semua… Seolah ini semacam sandiwara…Mencari penghargaan yang sia-sia.  Apa yang aku cari selama ini???

Di luar kupasang wajah keras. Ini aku! Serba bisa, tangguh, pasti mampu. Tak ada yang tahu di balik semuanya itu, pada malam-malam sendiriku, aku menangis pilu. Kegalauan menerpaku. Aku sungguh lelah menampakkan gaya 'sok kuat' itu. Di dalam, aku rapuh.

Aku malu terlihat lemah, tanpa daya.
Aku mau semua orang hanya melihatku serba hebat semata.
Tetapi, ternyata aku tak sanggup melakoni semuanya itu terus-menerus. Tanpa sadar, ada bagian di diriku yang meronta-ronta. Aku tak kuat lagi. Aku harus cari solusi.  Bagaimanakah caranya?

Dengan rendah hati, hari itu aku mengakui…
Bahwa aku bukanlah orang yang serba hebat. Aku butuh pertolongan! Karena aku selalu menganggap diriku benar sementara orang lain salah. Aku selalu merasa mereka tak mengerti diriku, tanpa pernah aku sendiri berusaha untuk mengerti orang lain. Egoisme di diriku sudah memuncak!

Tuhan, bukalah mata hatiku.
Tak mengapa aku rapuh terutama jika berada di hadapan-Mu, kuakui semuanya itu. Karena aku bukanlah penguasa semesta, tetapi Engkau!
Aku tak harus menampakkan kekuatanku semata. Tak mengapa salah, alpa, atau lupa. Gagal pun sebetulnya punya sisi positif tersendiri juga. Aku selalu bisa belajar dari setiap kejadian di hidupku…

Aku memang rapuh. Karena aku tak pernah merasa dicintai di dunia ini.
Dalam tangisan dan tetes air mataku, aku mencari-Mu.
Sumber cinta yang takkan pernah kering. Takkan pernah habis…
Semoga mata air cinta-Mu memenuhi diriku yang sesungguhnya begitu dahaga akan kasih sejati dari-Mu.

Perlahan aku belajar bangkit dari topeng semuku.
Percayakan itu semua hanya kepada-Mu…
Untuk membimbingku melalui semuanya itu. Menerima diriku apa adanya.
Sebagaimana Engkau mencintai kami semua tanpa syarat.

Tuhan, bantu aku!

28 Agustus 2012
fon@sg
  • buat setiap hati yang mau mengakui kerapuhannya di hadapan-Nya. Tak perlu lagi memakai kedok ‘sok kuat’ dalam relasi kita dengan-Nya. Bersandar hanya kepada yang Maha Hebat, Dia memang yang paling dahsyat.