Sunday, February 3, 2013

Tembang Cinta Kita Episode #2: Through the Rain







Previously on Tembang Cinta Kita…
Ling tengah meratapi nasibnya. Kesedihan yang begitu dalam ia rasakan saat Glen, pacarnya selama 7 tahun memutuskan hubungan mereka. Orangtua Ling pun tidak menyetujui hubungan ini, sehingga membuat ketegangan dalam relasi orangtua-anak ini. Ling ditemani lagu Officially Missing You dari Tamia sungguh merasa kesepian di Sabtu, Malam minggu setelah putusnya dia dari Glen. Bagaimana kelanjutan kisah Ling? Simak di episode kali ini…

Episode #2: Through the Rain

Some songs made me smile, some songs made me cry...
Well, isn't life itself a song? The melody that I sing and dedicate to the Almighty?(-fon-)

Januari yang basah.
Diiringi rinai hujan, aku melangkah tak tentu arah. Kurang konsentrasi.
Masih untung jalanan sepi.
Terpaksa aku harus keluar rumah karena rasa lapar. Sudah jam 3 sore, dan dari semalam tak ada sesuatu pun yang masuk ke perutku…
Aku menguatkan diriku sendiri untuk melangkah.

Kubeli nasi bungkus di Warteg Ibu Sri, satu-satunya yang paling dekat dengan kos-kosan di daerah Casablanca. Payungku kecil, rintik hujan itu sesekali menjatuhi wajahku. Sedikit bercampur air mataku yang tak bisa dikendalikan itu. Tak ada yang tahu, aku masih menangis sambil berjalan sendirian.

Kembali ke kamar kosku.
Kumakan tiga suap nasi, telor, dan sayur itu tanpa selera.
Lalu kuletakkan begitu saja di meja satu-satunya yang ada di kamarku yang kecil mungil.
Di kamarku terpasang CD Mariah Carey, bukan lagu baru. Melainkan lagu di tahun-tahun awal 2000-an. Tepatnya tahun 2002, saat Mariah menelorkan album ke-9 yang berjudul Charmbracelet.  Lagu itu: Through the Rain.
Aku selalu suka tembang itu. Terlebih lagi, di saat-saat ‘down’ seperti ini. Seolah lagu itu memberikan kekuatan bagiku untuk bangkit lagi. Bersama Tuhan tentunya. Karena aku tahu, dengan kekuatan diriku sendiri, aku takkan pernah bisa melalui hujan badai yang tengah melanda hidupku saat ini.

When you get caught in the rain with no where to run 
When you're distraught and in pain without anyone 

When you keep crying out to be saved 
But nobody comes and you feel so far away 
That you just can't find your way home 
You can get there alone 
It's okay, what you say is 

I can make it through the rain 
I can stand up once again on my own 
And I know that I'm strong enough to mend 
And every time I feel afraid I hold tighter to my faith 
And I live one more day and I make it through the rain

Tuhan, hanya Engkau yang bersamaku saat ini.
Tak ada sanak atau saudara di rantau ini.
Juga mama dan papa yang tengah bersitegang dengan diriku jauh di seberang pulau.
Sungguh, hanya Engkau…
Jika aku tidak menguatkan diriku di dalam iman, apa jadinya aku?
Jika aku bangkit lagi nanti, Tuhan, dari keterpurukanku ini…
Aku tahu, Engkaulah yang menopangku.
Dan menjagaku agar tak sampai hancur diriku ini…

uHujan rintik yang awet.
Sementara di kamarku masih terus mengalun ‘Through the Rain” tanpa henti.
Kuputar ulang. Lagi dan lagi.

Dan tiba-tiba telpon masuk.
Dari Mama?
Dengan ragu, kuangkat handphone-ku.

“Halo, Ma.” Sapaku agak sedikit malas-malasan.
Terlalu kaku hubungan kami, sehingga aku merasa segan untuk ber-hai-hai bahkan dengan mamaku sendiri.

“ Halo, Ling. Sudah lama tidak ada kabar. Mama agak kuatir. Perasaan Mama sudah tiga hari ini kurang enak. Jadi Mama menelpon kamu. Gimana kamu?” Tanya Mama lembut.

Mama tetaplah Mama.
Dia yang melahirkan aku. Dia sesungguhnya yang paling mengerti aku.
Tanpa disuruh, Dia bisa menelponku saat aku sakit di tahun lalu. Dan kali ini, ketajaman intuisinya memaksanya menelponku lagi meskipun aku dan Mama sedang dalam kondisi perang dingin.

Air mataku langsung tumpah seketika.
Kuceritakan kejadianku dengan Glen. Dan Mama langsung memberikan kata-kata yang sungguh menghibur dan menguatkan.
Tuhan, terima kasih.
Di balik semua kejadian ini, ada hikmahnya juga.
Aku jadi berbaikan dengan Mama. Dan itu bagiku sungguh luar biasa!

Bersama Mama dan Papa, kuyakin aku bisa menghadapi permasalahan ini. Setidaknya dengan lebih bijaksana.
Tidak menuruti emosi hatiku semata.

“ Besok Mama datang ke Jakarta.” Katanya seketika.
“ Ah, gak usah, Ma. “ Jawabku.
“ Aku ‘kan harus kerja. Nanti Mama tidak ada yang nemenin.” Jawabku lagi.
“ ‘ Gak usah ditemenin. Mama bisa tinggal di tempat Oom dan Tante sahabat Mama dari kecil dulu. “ Jawab Mama lagi.
“ Oh, Oom Lucky dan Tante Merry,  ya Ma.” Seketika aku ingat mereka. Yah, mereka seolah Saudara Mama, tetapi tidak begitu dekat denganku. Bahkan aku tak pernah bertemu mereka selama aku bekerja di Jakarta. Banyak alasan, terutama aku tak mau mereka memata-matai aku dan melaporkan hubunganku dengan Glen.

“ Pokoknya Mama tetap datang. Titik. Mana mungkin Mama membiarkan kamu begitu saja di tengah apa yang kamu alami?” Mama menjelaskan lagi.

“ Ok, Ma. ‘Ma kasih.” Jawabku lagi.

Yah, setidaknya aku tak harus sendiri.
Papa pun berbicara sejenak. Bilang bahwa dia tak bisa datang. Karena tak bisa meninggalkan kesibukannya di toko bangunan kami di Jambi.
Aku mengerti. Kedatangan Mama sudah lebih dari cukup bagiku.


***
Sudah dua hari Mama di Jakarta.
Aku pun masih cuti karena memang seminggu ini aku berusaha mengalihkan perhatianku dari Glen.
Aku ke mana-mana sama Mama. Malam terkadang aku menginap di rumah Tante Merry yang menyambutku ramah. Hatiku terhibur dengan kedatangan Mama dan keramahan Tante Merry sekeluarga.
Kata Tante, anaknya yang tertua yang sekarang tengah kuliah di Australia akan segera pulang dalam dua hari ini. Kuhanya melihatnya di foto keluarga. Nama panggilannya Han. Nama lengkapnya? Entah. Aku tak terlalu peduli. Aku hanya menikmati masa-masa ‘through the rain’ ini. Yang disediakan bagiku dari Tuhan. Bersama Mama dan keluargaku, juga bersama Tuhan, keyakinan untuk bisa melewati semuanya ini timbul lagi. Bukan sesuatu yang menggebu, tetapi sepercik harap masih ada di situ.
Semoga proses pemulihan ini lebih cepat yang kukira…
Sementara di taksi yang membawa kami dari Senayan City ke rumah Tante Merry di bilangan ‘Green Garden’ tengah diputar lagi lagu Mariah Carey dari sebuah radio.


I can make it through the rain 
I can stand up once again on my own 
And I know that I'm strong enough to mend 
And every time I feel afraid I hold tighter to my faith 
And I live one more day and I make it through the rain

Kusandarkan kepalaku ke bahu Mama. Kemanjaan yang sungguh sering kuulang.
Terima kasih, Tuhan untuk secercah harap yang muncul. Mama yang menemaniku. Dan tentunya Engkau yang selalu setia di setiap babak di hidupku.
Sesungging senyuman muncul di sudut bibirku. Dan ribuan terima kasih kuteriakkan di dadaku. Hanya bagi-Mu.

To be continued…

03.02.2013
fon@sg

Wednesday, January 30, 2013

Jalan Setapak



Mungkin terjal, mungkin berliku
namun biarlah jalan setapak yang kulalui 
tidak membuatku lari dari-Mu
bersama-Mu akan kujalani hari-hariyang entah suram atau kelabu
mungkin pula penuh ceria yang menggebu
kutahu, setiap langkah membawaku
makin dekat pada rencana-Mu
dalam hidupku.


31.01.2013

fon@sg

Tuesday, January 29, 2013

Tembang Cinta Kita Episode #1: Officially Missing You





Tembang Cinta Kita Episode #1: Officially Missing You

angin menyampaikan salam
mentari tersenyum cerah
namun mengapa hatiku kelam?
hidup seolah kehilangan gairah

ada satu yang masih kucari
seorang pendamping pengganti dirimu
mungkin nanti
akan kutemukan cinta sejati itu

Itu goresan di buku harianku hari ini.
Sulit untuk memilih judul yang tepat. Sehingga ia masih berstatus tanpa judul.
Jika harus membuat judul, yang paling tepat menggambarkan perasaanku saat ini agaknya kata KELAM cocok juga…
Kelam, suram, buram, muram…
Semua yang bernada kelabu seperti gorden di kamarku.

Kuhela nafas panjang.
Perpisahanku dengan Glen setelah kami berpacaran selama tujuh tahun terasa menyesakkan.
Aku tahu, aku pun punya andil kesalahan di dalamnya.
Sudah tahu kedua belah orangtua pihak keluarga tak pernah setuju karena perbedaan suku, tetapi kami masih menyimpan harapan itu.
Berharap dan masih berharap kalau suatu saat nanti kami bisa bersatu dalam wadah pernikahan dan keluarga memberi restu.

Apa boleh buat….
Seminggu yang lalu, Glen mendatangi tempat kosku dengan kabar bahwa dia akan dinikahkan dengan pilihan ibunya.
Kali ini, dia tak menolak (ini yang membuatku merasa sakit hati dan benci). Akhirnya, dia menemukan seseorang yang dia rasa bisa menjadi pengganti diriku. Dan dia punya rasa suka yang kuat di awal bertemu.

Terasa percuma. Sia-sia.
Perjuangan tujuh tahun hilang begitu saja.
Tetapi, akhir ini sebetulnya sudah kuduga…
Namun mengapa ketika terjadi hatiku begitu berdarah?
Kekecewaan langsung tumpah-ruah.

Dan yang terberat yang harus kualami adalah malam minggu sepi.
Tanpa kamu lagi.
Glen, aku benci perasaan ini!

***




Di kamar kosku yang sempit, kudengar lagu itu dari sebuah stasiun radio yang jarang-jarang kuputar. Tetapi, kini agaknya harus kulakukan untuk sekadar membunuh sepi.

Officially Missing You
A Song by Tamia

All I hear is raindrops
Falling on the rooftop
Oh baby tell me why'd you have to go
Cause this pain I feel
It won't go away
And today I'm officially missing you
I thought that from this heartache
I could escape
But I fronted long enough to know
There ain't no way
And today
I'm officially missing you

Oh can't nobody do it like you
Said every little thing you do
Hey baby say it stays on my mind
And I, I'm officially

All I do is lay around
Two ears full tears
From looking at your face on the wall
Just a week ago you were my baby
Now I don't even know you at all
I don't know you at all
Well I wish that you would call me right now
So that I could get through to you somehow
But I guess it's safe to say baby safe to say
That I'm officially missing you

Ling, tegarkan hatimu!
Glen mungkin bukan untukmu…
Satu sisi hatiku berkata begitu…
Namun, sisi sakit hati, tak rela, iri, benci, cemburu, juga tak kalah kuatnya menarikku lebih dalam…
Dan untuk menambah penderitaanku di malam minggu yang kelabu itu, cuaca seolah berkomplot dengan lirik lagu Tamia. Hujan. Sehingga yang kudengar hanyalah tetesan air hujan di atap rumah kos-kosanku.
Keadaan diperparah karena aku berada jauh dari keluargaku.
Mereka di Jambi. Sementara aku bekerja di Jakarta

Fransiska Mei Ling Wijaya, tegarkan hatimu!
Itu ucapku saat menatap wajahku di cermin. Tetapi, aku gagal lagi.
Tinggallah tetesan air mata yang terus mengalir tanpa henti seolah dua mata air yang deras membanjiri kedua pipiku…

Satu sisi aku tahu… Sungguh sangat mengerti…
Bahwa ini adalah episode kehidupan yang harus kulalui…
Tetapi, mengapa ketika aku mengalaminya, terasa duniaku runtuh?
Sulit untuk melihat bahwa hari esok masih ada, harapan untuk mencari pasangan hidup masih tersisa…

Setelah menghabiskan tujuh tahun sia-sia… Aku kembali jadi ‘single’ di usia 36.
Bukan usia yang membanggakan… Sudah dianggap perawan tua! Tetapi, apa mau dikata… Ini jalan hidupku yang harus kulalui…

Kubenamkan kepalaku di atas bantal…
Menangis lagi. Sampai puas.
Tetapi sesak itu masih ada. Dan semakin meraja di dada…
Mami dan Papi belum tahu putusku ini. Mereka tahu kalau diam-diam aku terus menjalin hubungan dengan Glen yang campuran Jawa-Ambon itu.
Mereka menjaga jarak denganku, sehingga aku tak tahu harus mengadu kepada siapa…

Buku harianku, mungkin kamu sobatku paling setia saat ini…
Kepadamu, kupercayakan seluruh kesedihanku, dukaku, laraku.
Lukaku ini rasanya takkan tersembuhkan dalam beberapa tahun ke depan…
Apa yang harus kulakukan?
Tuhan, tolong bukakan jalan…

Sementara Tamia masih mengalun:

Well I thought I could just get over you baby
But I see that's something I just can't do
From the way you would hold me
To the sweet things you told me
I just can't find a way
To let go of you

It's official
You know that I'm missing you

I hate to say this!
But, Glen… I think I’m still missing you a lot….
Tuhan, kiranya berikan aku kekuatan. Cobaan ini sungguh berat bagiku…
Adakah KAU dengar doaku?

To be continued…

29 Januari 2013
fon@sg

Sunday, January 27, 2013

Apakah Saya Selalu...?




Apakah saya selalu termotivasi?
*** Ah, tentu tidak:) Saya juga manusia biasa yang gampang down jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana. Tetapi saya bersandar kepada Yang Kuasa. Jika ada motivator terhebat, bagi saya hanyalah Dia. Tuhanlah yang selalu menjadi inspirasi bagi saya.

Apakah saya selalu penuh syukur?
*** dengan rendah hati aku mengakui, aku masih jauh dari itu:)
tetapi bagiku, tiap hari adalah pelajaran untuk lebih baik lagi dalam segala hal termasuk urusan syukur ini. Beruntung banyak email, broadcast BBM, atau orang-orang yang mengingatkanku, Tuhan sungguh baik bagiku. Apa pun yang terjadi di hidupku, patut disyukuri karena Tuhan selalu campur-tangan dalam segala hal di dalamnya.

Apakah saya selalu berhasil dalam mewujudkan impian-impian saya?
*** tentu saya ingin begitu, tetapi nyatanya tidak. Beberapa kali bahkan saya berhadapan dengan kegagalan yang menyakitkan, membuat saya kecewa dan putus asa. Tetapi saya tidak menyerah. mungkin saya 'pause' tetapi saya tidak 'stop'. karena saya tahu, Yang Kuasa ada di balik semua babak kehidupan saya. Dia Sang Sutradara sekaligus Penulis skenario kehidupan kita. Dan kegagalan satu-dua-bahkan sampai seratus kali yang saya alami, tak mengapa. Karena Dia ada bersama saya. Jika suatu saat saya berhasil, itu pun karena Dia memperkenankannya. Saya pun semakin realistis. Bermimpi boleh, tetapi harus tetap menjejakkan kaki di bumi. Melihat kemampuan diri juga dan mempercayakan semuanya itu kepada Tuhan. Jika Dia inginkan itu terjadi, pasti bisa.

Apakah saya selalu bahagia?
*** Tak jarang hidup saya dipenuhi derai air mata. Tetapi, di balik itu semua, saya sadar ada kata 'sukacita' yang begitu berarti. Keadaan boleh sulit, menghimpit dan membuat kita terjepit. Tetapi di dalam iman saya akan Tuhan, saya percayakan seluruhnya kepada Dia. Dia bisa ubahkan duka-cita jadi kegembiraan. Dan bahagia yang begitu membuncah di dada, ternyata usianya pun tak lama juga… Dengan sukacita, saya sadari, semua adalah baik di dalam-Nya. Belajar menjalani hari-hari dalam iman kepada-Nya.

Apakah saya selalu bisa mengatasi seluruh permasalahan kehidupan?
*** saya pernah bersandar pada kekuatan diri, ternyata saya kelelahan, karena saya tak mampu atasi semuanya sendirian. Tetapi dengan berjalan bersama Tuhan, saya melangkah dengan ringan. Karena tahu, Dia Yang Maha Kuasa bersama-sama dengan saya. Saya mungkin tidak sanggup, tetapi Dia selalu sanggup. Bersama-Nya pasti bisa.

Apakah saya selalu tulus dan penuh kasih?
*** saya selalu berjuang untuk itu. Walaupun saya tidak memungkiri, terkadang dengan orang-orang yang pernah menyakiti hati, sulit rasanya untuk selalu tulus, apalagi tahu mereka pernah memanfaatkan kita. Tetapi, saya kembali kepada-Nya. Tuhan akan memampukan saya untuk melewati ini semua bersama-Nya. Mohonkan ketulusan dari-Nya juga kasih-Nya untuk menyembuhkan saya, lalu berusaha sedapat mungkin untuk berbuat baik dan penuh ketulusan lagi kepada sekitar kita.

Apakah saya selalu berhasil memerangi perasaan-perasaan negatif semisal minder, sombong, atau iri hati?
*** berjuang dan berjuang lagi. Karena sadar itu semua adalah karena belum menerima diri sendiri. Mohonkan kasih-Nya agar saya bisa menerima diri apa adanya. Tak perlu minder, sombong, atau iri hati. Setiap orang sudah ada jatahnya sendiri-sendiri. Jika perasaan-perasaan itu hadir lagi, saya hadapi dan bawa kepada Tuhan. Saya hanya manusia biasa dengan begitu banyak kelemahan. Tetapi di dalam Dia, kelemahan itu bisa diubahkan. Saya percaya dan saya mau untuk menjadi lebih baik lagi di dalam Tuhan…

Sekian dulu goresan pena siang ini…
Lain kali kita sambung lagi…J

28 Januari 2013
fon@sg

Tuesday, January 22, 2013

Bukan Inginku




Ketika banyak kejadian sesuai inginku...
aku bahagia, aku bersorak, aku gembira!
Tuhan sungguh baik bagiku!

ketika ada satu, dua, tiga kejadian yang jauh dari inginku...
aku sempat jatuh ke dalam lembah putus asa,
frustrasi dan depresi begitu gampang mendera,
kukira Tuhan tak lagi mengasihiku dan aku sudah terlupakan begitu saja...

sesudah banyak kejadian tak sesuai dengan inginku...
aku mulai belajar menerima hal-hal itu
mungkin Tuhan punya rencana lain bagi hidupku
suatu rencana yang lebih indah dari yang pernah ada di kepalaku

dalam hidup ini tak selalu semua seperti inginku...
tetapi tidak selalu inginku itu yang terbaik bagiku...
keinginanku belum tentu kebutuhanku...
terkadang aku sendiri tak cukup tahu apa yang kuperlu...

segalanya kuserahkan kepada Yang Kuasa...
Biarlah ketika bukan inginku yang terjadi...
aku datang sujud di hadapan-Nya...
berusaha menerima hal-hal yang tak bisa kuubah.
sembari terus berusaha mengubah hal-hal yang bisa kuubah.

terima kasih Tuhan untuk setiap pelajaran berharga yang kuterima.
kutahu itu semua baik bagi pertumbuhan imanku
dan pendewasaanku di dalam-Mu.

23.01.2013
fon@sg

Monday, December 31, 2012

Selamat Tahun Baru 2013


Dear friends,
Izinkan saya berbagi apa yang ada di account Twitter saya.
Sejujurnya, saya bukan orang yang fasih ber-twitter atau nge-tweet istilahnya, ya...
Menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk menulis singkat-singkat sebanyak 140 karakter saja karena terbiasa menulis panjang-panjang.
Saya masih belajar. Saya bagikan sebagai ucapan tahun baru saya buat sahabat semua…J

Karena hobby dengan lagu-lagu, saya cuplik beberapa lagu berikut dan diambil kata-kata yang sesuai dengan suasana akhir tahun sekaligus menjelang awal tahun. Selamat menikmati dan semoga berkenanJ


Edisi Akhir Tahun

@fjodikin: Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah#d'massiv#edisiakhirtahun.
Supposed to be thankful for what He has given to us:)

@fjodikin: Di ujung jalan itu setahun kemarin...#kahitna#edisiakhirtahun.
2012-what a year! Full of memories and changes and surprises.

@fjodikin: What doesn't kill you makes you stronger#kellyclarkson#edisiakhirtahun.
Even in the worst part of life, God is there.


Awal Tahun

@fjodikin: Esok 'kan masih ada #uthalikumahua#awaltahun.
Bersyukur untuk setiap harapan yang Kausemaikan di hatiku.

@fjodikin: I believe I can fly#rkelly#awaltahun.
Reach your dreams and fly high with God. Anything is possible.

@fjodikin: Aku melangkah lagi dengan pasti#vinapanduwinata#awaltahun.
2013:bersama-Nya, kulangkahkan kaki dalam iman dan harapan.

@fjodikin: I can make it through the rain and stand up once again#mariahcarey#awaltahun.
Apa pun yang terjadi, kutahu Kau selalu mengiringi tiap langkah

@fjodikin: No matter what happens. With God, I'm sure I will survive next year. We will Survive, yeah!#gloriagaynor#awaltahun

Selamat Tahun Baru 2013.
Semoga di tahun mendatang membawa banyak hal positif dalam hidup kita.
Dalam lindungan dan bimbingan-Nya mari menyongsong hari-hari depan dalam iman dan harapan…
Tuhan berkati.

Salam,
-fon-


Thursday, December 27, 2012

Bitter-Sweet 2012 and Welcome 2013




Kita tengah melangkah di hari-hari terakhir 2012.
Tentunya, begitu banyak kenangan yang terjadi di tahun ini.
Beberapa manis, bahkan teramat manis.
Mungkin pula beberapa begitu pahit.

Mungkin di tahun ini kita harus berhadapan dengan kenyataan bahwa perpisahan dengan orang yang dikasihi itu begitu menyakitkan.
Rongga-rongga kekosongan yang terjadi segera sesudah prosesi pemakaman usai, tak mudah untuk diisi kembali.
Terlalu banyak memori dan walaupun sebagai umat beriman kita percaya bahwa yang kita kasihi sudah berbahagia di sisi-Nya, tetap saja hari demi hari tetap dilalui dengan tidak mudah.

Mungkin di tahun ini kita memulai sesuatu yang penting.
Pernikahan, punya anak, pekerjaan baru, yang semuanya indah dan menjanjikan.
Mungkin pula beberapa dari kita mengalami hal-hal yang menyedihkan.
Kegagalan, ditipu seseorang yang kita percayai, kemunduran dalam bidang finansial atau beberapa hal lainnya yang menyedihkan…

Apa pun yang sudah terjadi, kita yakini adalah yang terbaik dalam rancangan-Nya. Pahit di mata kita, belum tentu pahit selamanya. Tak jarang, itu adalah pelajaran yang paling berharga di kemudian hari yang tak pernah kita sangka-sangka.

Di Singapura, ada satu restoran yang cukup sering kami kunjungi.
Namanya Eighteen Chefs (di restorannya ditulis E18hTEEN CHEFS). Cabangnya ada di tiga mal di sini. Salah satu outletnya sering saya datangi karena bertepatan dengan menunggu anak kami kursus. Sesudahnya, bersama anak saya, cukup sering saya menikmati makanan yang nikmat dan pelayanan yang baik. Anak kami pun suka karena bisa mengambil air minum sepuasnya, menjadi satu kesenangan tersendiri bagi dia untuk bolak-balik ke termos air dingin dan membawa air ke meja makan.

Makanan yang disajikan kebanyakan tipe ‘western food’. Baked-rice with cheese, pasta, wafel with ice cream dan sebagainya. Saya hanya menikmati makanannya yang lezat tanpa tahu kisah penting di baliknya. Pemilik restoran ini, Benny Se Teo, baru saja mendapatkan penghargaan dari pemerintah Singapura sebagai Social Enterprise of the Year di tahun 2012 ini. Namun kisahnya yang inspirasional ingin saya bagikan kepada sahabat-sahabat semua:

Benny Se Teo is the founder of Eighteen Chefs, a three-chain restaurant staffed by ex-convicts and young people with troubled pasts. Teo himself struggled with heroin addiction from the age of 14, and was in and out of prison and rehab until his last release in 1993. He trained at Fifteen – the London restaurant run by celebrity chef Jamie Oliver – and started Eighteen Chefs in 2007.

Benny yang adalah pemilik Eighteen Chefs ini dulunya adalah seorang pecandu heroin yang mulai dari umur 14 tahun sudah keluar-masuk penjara dan pusat rehabilitasi, sampai dirinya betul-betul pulih di tahun 1993. Dia mendapatkan pelatihan di Fifteen, restoran di London yang dimiliki oleh ‘celebrity chef’ Jamie Oliver lalu kemudian memulai Eighteen Chefs di tahun 2007. Dan bukan itu saja, dia berusaha menampung para mantan narapidana dan orang muda yang masa lalunya bermasalah sebagai karyawan restorannya.



Setiap kali saya membaca latar-belakang dan kisah seperti ini, saya sering merinding. Terharu. Tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Setiap orang berhak atas kesempatan kedua, tak terkecuali siapa pun! Walaupun mereka adalah mantan narapidana yang mungkin dijauhi oleh masyarakat banyak.

Benny Se Teo dan Eighteen Chefs menyadarkan saya sekali lagi…
Meskipun mungkin di sepanjang tahun ini begitu banyak kejadian yang mungkin kurang mengenakkan, selalu ada harapan untuk jadi lebih baik di masa depan.
Dan harapan kita di dalam Tuhan tidak akan mengecewakan….
Kita percaya itu…
Sekelam apa pun masa lalu kita, selalu ada harapan di dalam Dia…

***

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat dikejutkan oleh jatuhnya anak kedua kami dari tempat tidur setinggi 60 cm. Syukurlah, tidak terjadi hal yang serius, hanya benjol sedikit di kepalanya. Sesudah itu, kami sekeluarga jadi lebih hati-hati dan diliputi kecemasan.

Sedang apa yang terjadi pada anak kami?
Dia tak ragu kembali ke tempat dia terjatuh tanpa rasa takut.
Walaupun kami jadi ekstra hati-hati jika dia kembali ke tempat itu…
Perasaan was-was masih mendominasi…

Apa yang saya pelajari?
Kita orang dewasa punya trauma, sehingga takut untuk memulai kembali.
Tetapi, anak-anak TIDAK.
Mereka punya keberanian untuk selalu mencoba lagi. Sesuatu yang patut ditiru dalam hidup untuk tidak mudah menyerah pada keadaan pahit kehidupan. Coba dan coba lagi di dalam Tuhan.

Akhirnya, apa pun yang kita alami di tahun 2012 ini kita percaya adalah baik di mata-Nya. Karena Dia punya gambaran yang sempurna akan kehidupan kita. Bagian kita hanyalah terus berusaha dan memberikan yang terbaik bagi-Nya.

Good bye bitter-sweet 2012 and let’s welcome 2013 in hope!
Have a very happy new year!



God bless.

Salam dari Singapura,
-fon-