Friday, January 31, 2014

Hampa

Suatu pagi, di jalur hati.
Hari itu, yang terasa adalah perih.
Pedih.
Sedih.
Ada pula kemarahan yang mendidih.
Panas yang menguasai.
Membuat damai sungguh sulit dicari.

Memikirkan segala beban
Membuat kita merasa sendirian
Tak ada kawan seperjalanan
Hidup dalam himpitan
Segala kedukaan

Seketika hidup kehilangan makna
Begitu hampa
Kosong
Melompong
Seolah waktu berhenti di saat itu
Seakan masa depan pun begitu kelabu

Namun, sungguhkah akan begitu?  
Iman akan-Mu ajari kami 'tuk percaya penuh
Walaupun tak selalu
Kami bisa tetap fokus tanpa mengeluh

Kami mau percaya adanya mentari
Melihat kembali indahnya pelangi
Kehampaan di hati kembali terisi
Oleh hadir-Mu yang selalu menemani

Hampa ini
Sebagaimana bahagia ini
Segala rasa ini
Kami persembahkan hanya kepada
Sang Penguasa Hidup abadi.

27.12.2013
fon@sg
#latepost.