Sunday, October 28, 2018

Terbang Tinggi (Bagai Layang-Layang)

2 September 2018.
Tiba di Bali sekitar pukul 3.30 sore.
Mobil jemputan yang kami booking secara online sudah menunggu di Bandara Ngurah Rai.
Setelah bagasi dimasukkan ke dalam mobil, mulailah kami menelusuri jalan-jalan di Bali yang menuju ke hotel kami di Kawasan Sanur yang akan kami tinggali sekitar dua malam.

Sepanjang jalan dari Bandara ke Sanur…
Kami menikmati pemandangan yang jarang kami temui di Singapura.
Bertambah semaraknya suasana, karena cuaca cerah dan sepanjang jalan terlihat layang-layang.
Berbagai corak, bentuk, dan warna…
Anak-anak kami mengagumi itu semua…
Saya pun berdecak kagum dan bersyukur.
Kedatangan kami bersamaan dengan festival layang-layang yang tengah berlangsung di sini, di Bali.
Langit warna-warni…
Ah, syukur kepada Sang Ilahi!

Kami harus kembali ke Singapura tanggal 7 September 2018.
Karena hari Seninnya, anak-anak sudah mulai sekolah lagi sesudah liburan Term 3 selama seminggu.
Di Bandara Ngurah Rai, saya menemukan lagi sebuah layang-layang besar yang terpampang di sini.
Mengingatkan saya kembali atas sambutan hangat Pulau Bali bagi kami sekeluarga lima hari sebelumnya.
Padahal sebelumnya, hati juga ketar-ketir karena banyaknya bencana alam dan gempa yang terjadi di bulan-bulan sebelumnya…
Tetapi tiket sudah di tangan, hanya bisa berdoa dan melihat situasi yang terjadi…
Ketika berhasil menjejakkan kaki di Bali dan merasakan hangatnya sinar mentari di Pulau Dewata ini, hati pun kembali mensyukuri segala berkat yang kami terima…

Seperti layang-layang yang terbang tinggi…
Bukan berarti tak pernah kena tiupan angin yang kencang atau seolah lepas kendali…
Begitu pun hidup, ketika kita ingin maju…
Agaknya ada hambatan ataupun persoalan…
Tetapi semoga kita tidak berhenti sampai di situ saja…
Tetap terbang tinggi, tetap melayang indah…
Tak peduli berapa lama, tetapi percayakan saja semuanya kepada Yang Kuasa…
Selama kita hidup, tetap ingat bahwa kita bisa terbang tinggi karena ada DIA yang mengendalikan semuanya.
He’s in control!
Ketika kita terbang tinggi tanpa melibatkan Tuhan…
Ah, bukankah itu akan membawa kita kepada kehampaan demi kehampaan…
Dan berujung kekosongan belaka?

Apa yang kita cari, wahai manusia?
Tanya hatiku pagi ini saat melihat kembali foto perjalanan kami…
Jangan terlepas dari DIA yang pegang kendali atas semuanya!
Kita bisa terbang tinggi- bagai layang-layang- atas seizin-Nya dan hanya karena kebaikan-Nya!

Singapore, 29.10.2018
Fonny Jodikin


Monday, October 8, 2018

SEBERKAS SINAR




Sanur. Di suatu pagi di Bulan September 2018.
Pagi itu kami berniat sarapan di hotel lain, bukan di tempat tinggal kami.
Suami dan anak-anak kami sudah pergi ke hotel ini sehari sebelumnya, tetapi saya belum.
Pagi itu kami bersama-sama menyusuri daerah Sanur.
Biasanya kami tidak pernah menginap di Sanur…
Juga ketika bekerja dulu, saat ada outing kantor ke Bali, saya tidak pernah ke sini.
Ternyata, Sanur asyik juga daerahnya…

Dan ketika melintasi Hotel Maya di Sanur ini yang langsung terhubung dengan Pantai Sanur…
Saya langsung mengeluarkan ‘handphone’ dan menjepret begitu saja.
Sampai di Hotel, saya baru mendapati bahwa foto itu memberikan efek sinar mentari yang bagus banget!
Saya sungguh senang mendapati ada foto spesial hari itu!

Hari ini, ketika teringat kembali foto itu…
Seolah ada pencerahan baru di dalam hati yang menanti untuk dituliskan…
Dalam hidup yang suram…
Terkadang sulit memang untuk melihat seberkas sinar…
Seolah semua muram. Suram. Buram.
Gelap mendominasi.
Tetapi, jika dan hanya jika kita sadari…
Masih aka nada seberkas sinar yang akan menyinari…
Hati ini tak lagi terasa hampa…
Karena terisi harapan baru.
Harapan akan hari esok yang lebih baik, yang lebih cerah.
Yang tentunya harus dimulai dari sendiri.
Tak perlu terlalu mengandalkan orang-orang sekitar kita untuk bisa bahagia…
Karena bahagia itu ternyata:
Ada di lubuk hati terdalam setiap insan…
Dan biarkan kebaikan itu memenuhi setiap hati kita.
Setiap hati yang percaya…
Bahwa seberkas sinar akan mampu menyinari hari-hari kita…
Singkirkan kegelapan yang sempat singgah…
Dan: gelembung-gelembung kecil bahagia itu pun membumbung di udara…
Memenuhi hariku dan harimu dengan sukacita.

Jangan lupa bersyukur, meskipun tak selalu mudah.
Bahagia akan mengisi hati setiap insan yang mampu berterima kasih atas apa yang ada.

Singapura, 9 Oktober 2018
Fonny Jodikin