Thursday, April 14, 2011

Menikmati Denyutan Cinta yang Tak Pernah Selesai


Menikmati Denyutan Cinta yang Tak Pernah Selesai

*** Review sebuah novel karya seorang sahabat: Vincensia Naibaho

“ Kau tak bisa membunuh cinta, maka biarkanlah dia tetap hidup, berdenyut dengan iramanya sendiri.”

Kata-kata itu terpajang di kaver novel Cinta yang tak pernah selesai, terbitan leutikaPrio karya Vincensia Naibaho. Kata-kata yang dalam. Oh, saya selalu suka kata-kata yang dalam dan puitis. Denyutan cinta dan iramanya sendiri? Tak bisa membunuh cinta? Whoaa, dahsyat!

Saya suka tulisan Vincensia ini. Ringan, mudah dicerna, tetapi tak kehilangan nilai-nilai indah akan cinta itu sendiri. Belum lagi ada masalah umum yang sering dihadapi dalam masyarakat seperti kawin campur dengan beda suku, juga diungkap dengan bagus di sini.

Setiap awal bab dimulai dengan apa yang menjadi konklusi atau inti dari bab tersebut. Kata-kata bijak dan indah. Saya tersenyum setiap kali membacanya. Merasakan begitu benarnya beberapa di antaranya. They’re so true!

“ Terkadang hati yang pernah terluka begitu dalam dan tak kunjung sembuh, bisa terbiasa dengan luka itu sendiri dan akhirnya enggan menerima peluang kesembuhan.” (Bagian 2, hal. 8)

Atau yang satu ini…

“Kita sering membiarkan hati kita bermain-main tanpa kita sadari hati kita tidak pernah mengenal kata ‘main-main’. Dan, ketika akhirnya hati sudah terlalu jauh memasuki rasa, pikiran pun lumpuh seketika. “ (Bagian 7, hal. 42).

Belum lagi humor-humor yang cerdas, juga pemilihan kata yang menunjukkan keterkejutan dengan GLEDEK misalnya. Membuat dua bibir saya menyunggingkan senyuman senantiasa. Vincen memang kreatif.

Banyak kebenaran soal cinta yang terkuak dalam kisah ini. Bagaimana Gie harus berjuang karena suaminya-Joe-selingkuh di depan matanya sendiri. Dan perjuangan itu semakin berat karena adanya godaan pacar lama yang kembali, Rein yang masih begitu mencintainya…

Persoalan yang mungkin seolah biasa dan sering didengar di masyarakat, tetapi diramu dengan apik oleh Vincen dengan banyak kebenaran soal cinta. Alur cerita yang sangat bagus dan terus menarik saya untuk menyelesaikan novelnya walaupun saya baru melahirkan anak beberapa waktu yang lalu adalah bukti-setidaknya bagi saya pribadi- bahwa Vincen adalah penulis yang piawai merangkai kata dan bicara tentang cinta.

Sebagai penggemar novel romantis, Vincen telah membangkitkan kenangan sekaligus kebiasaan di masa lalu karena saya suka membaca novel-novel dengan kisah seperti ini. Dan pada akhirnya? Bagaimana dengan Gie, akan kembali bersatu dengan suaminya atau malah kepincut lagi dengan mantan pacarnya? Silakan temukan jawabannya dalam cinta yang tak pernah selesai berdenyut… Dan nikmatilah denyutan itu dalam tulisan Vincen ini…

I like it, I enjoyed reading it! Adalah komentar saya ke Vincen yang sama sekali bukan basa-basi, karena cinta memang pada akhirnya adalah pilihan pribadi masing-masing… Namun, tanpa cinta memang seolah hidup pun kehilangan maknanya…

Selamat siang, selamat mencinta ooppsss, selamat menikmati tulisan penuh cinta ini… Proficiat, Vincen:)

Ho Chi Minh City, 15 April 2011

Fonny Jodikin

Penulis/Ibu Rumah Tangga

Tinggal di Vietnam.

2 comments:

  1. wah mbak, kalo udh selesai baca, pinjamin ke saya dunk,

    jadi penasaran nih..

    ReplyDelete
  2. @ Yudi: dibeli donk haha... Eh, aku sih gak pa2 minjemin, tapi kan udah dari Vietnam susah lho buku ini terbang kembali ke Indonesia...:) tapi bagus koq beneran:)

    ReplyDelete