Monday, November 15, 2010

Leaving on a Jet Plane



All my bags are packed, I'm ready to go
I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breakin', it's early morn
The taxi's waitin', he's blowin' his horn
Already I'm so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

(Leaving on a Jet Plane – Chantal Kreviazuk).

Part 1:

Enam bulan setelah pernikahan kami…

Jordan mendapatkan tawaran untuk bekerja di sebuah hotel di Dubai selama setahun dengan kontrak ‘single’ tanpa boleh membawa istri. Berat bagiku, tapi aku merelakannya demi masa depan kami. Karena pundi-pundi dollar akan memenuhi tabungan kami. Pastinya untuk memenuhi kebutuhan kami beli itu-ini. Kami butuh, sebab rumah pun masih ‘ngontrak’. Aku menangis, tapi aku tak kuasa menolak, hanya bisa gigit jari. Jordan mengepak barang bawaannya, kubantu sebisaku sambil mengusap air mataku dengan kedua belah tanganku dan melepasnya pergi. Walaupun tidak rela, itu pasti!

Part 2:

Satu tahun kemudian.

Jordan sudah tiba. Menepati janjinya. Membawa banyak oleh-oleh dan yang jelas UANG dalam bentuk Dolar Amerika. Wajahnya ceria dan gembira. Ah, dia bahagia. Aku pun senang melihatnya.

Dia tertidur dengan pulasnya. Sudah setahun aku kangen menantikannya. Wajah ‘innocent’-nya tampak bahagia. Seketika ponselnya berbunyi, segera kuangkat karena tak ingin mengganggu tidurnya.

“ Hello, darling, how are you? I miss you,” desah suara wanita di seberang sana

Terperanjat, langsung kumatikan seketika.

Part 3:

Kuambil koper dan barangku seadanya. Tak sempat kuteliti berlama-lama.

Jordan, kini giliranku untuk angkat kaki dari hidup kita. Untuk selamanya? Entahlah…

Yang pasti, lagu yang sama mengiringi kepergianku seperti ketika kutangisi keberangkatannya…

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

Part 4:

Setahun di pengasinganku…

Kontak dari Jordan kuterima kembali.

“ Mengapa kaupergi tanpa pesan?” tanyanya via SMS.

Mungkin waktu itu aku terlalu emosi, desisku perlahan. Hanya berucap dalam hati walaupun kutahu emosiku tertahan. Tetapi, aku pun tak menyesali. Kalau dia punya seorang kekasih yang lain lagi, apa harus kupertahankan cinta ini?

Kuputar lagu itu kembali. Lagi dan lagi.
Memenuhi seisi ruangan ini.

Mencoba mengisi…

Ruang kosong bernama hati…

Tiba-tiba, entah kekuatan dari mana memaksaku pergi.

Berkemas lagi.

‘Leaving on a jetplane’ berpadu tangisku.

Aku ingin jumpa kamu..

Jordanku…

Ho Chi Minh City, 11 Nov-final touch 16 Nov 2010

-fon-

* thanks to Chantal and her Leaving on a Jet plane for the inspiration on this story…

sumber gambar:

mononoaware.concretebadger.net

No comments:

Post a Comment