Sunday, February 27, 2011

Benahi Lemari Hatiku


Benahi Lemari Hatiku
Kubuka lemari bajuku. Sudah terlalu penuh.
Banyak barang yang kurang perlu. Baju lama yang sudah kusam, namun rasanya sayang untuk dibuang. Karena ada memori di sana, yang memberi orang yang dekat di hati. Tak jarang, kubuat sebagai baju tidur. Karena nyaman, karena enak dipakai. Tetapi jumlahnya makin hari makin banyak. Sehingga memenuhi lemari baju yang tidak seberapa luas ini.Bukankah seharusnya mulai kupilah dan kupilih, dengan tanpa mengurangi hormat kepada orang-orang terkasih?
Di satu bagian lemari bajuku, kulihat banyak baju yang kubeli secara impulsif. Karena diskon, mumpung murah. Lalu kubeli. Sampai di rumah, ternyata tak terlalu cocok untuk dipakai. Jadi, hanya buat pajangan di almari, tanpa sempat kupakai sama sekali. Sayang sebetulnya, tetapi terkadang itu memang pernah terjadi. Mereka pun harus kuangkut daripada terus ‘nyangkut’ di almari.
Ada beberapa baju yang mulai kesempitan, karena tubuhku sudah mulai membesar. Dan sudah harusnya kuhibahkan kepada orang yang lebih membutuhkan. Mungkin pembantu, mungkin panti asuhan, mungkin orang yang berkekurangan. Ah, semangat berbagi tiba-tiba memenuhi hatiku. Mumpung masih bagus kondisinya. Daripada nanti semakin menguning dan berubah warna, bukankah lebih baik diberikan di saat masih bisa?
Ada beberapa baju yang terlalu besar bagiku. Baju-baju saat aku sedang lebih gemuk dari kondisi sekarang. Aku juga akhirnya memutuskan untuk menghibahkan mereka. Karena kalau untuk jaga-jaga, misalkan suatu saat gemuk lagi… Ah, nanti aku tak mau jaga berat badanku dan mencari-cari alasan: mumpung masih ada baju-baju kegedean… Berbagi sajalah, bukankah itu indah?
Setelah sebagian besar baju yang tak terpakai: salah beli, kebesaran, kekecilan, dikeluarkan… Terasa begitu lega memandangi lemari bajuku sendiri. Terasa enteng, ringan, dan tak terlalu sumpek seperti biasanya... Legaaa sekali! Juga mengingatkanku untuk mawas diri, biar tak menghamburkan uang secara percuma lagi. Sayang sekali nanti jika harus terbuang seperti ini…
***
Kubuka lemari hatiku.
Banyak kenangan masa lalu yang pahit berada di situ. Kenangan yang tak mau kulepaskan, walaupun kutahu dengan melepaskan berarti aku yang disembuhkan. Banyak luka, ada dendam, ada kekecewaan berlebihan atas kegagalan, ada rasa malu yang tak pernah selesai. Ah, terlalu banyak yang tak perlu kutampung di hatiku. Sehingga hatiku terasa penuh sesak dengan hal-hal yang tak perlu. Membuat pusing kepala, membuat sakit yang mendera dan membuat sesak nafas ketika mereka melintas di depan mata…
Kupikir, ketika aku bisa melakukannya terhadap lemari bajuku, kenapa tidak kucoba lakukan bagi lemari hatiku?
Kucoba lakukan itu…
Walaupun kutahu, tidak begitu mudah untuk lupakan semua seolah amnesia. Atau menjentikkan jari belaka…
Tetapi, biarlah hari ini, aku mau menata dan membenahi lemari hatiku. Buat kesehatan jiwaku sendiri. Buat kesembuhanku. Karena kutahu, kesembuhan itu akan terjadi hanya jika kubuat langkah awal hari ini.
Aku mau berbenah. Melepaskan yang tidak perlu. Tanggalkan dendam dan benci di masa lalu, tinggalkan kuatir dan cemas tentang masa depan. Dan berusaha untuk hidup bahagia di hari ini.
Lemari bajuku sudah lebih ringan. Lemari hatiku juga. Walaupun belum seringan lemari bajuku. Tetapi sudah kucoba lakukan langkah-langkah pendahuluan untuk itu.
Berbenah lagi, menata lagi…
Semoga hari ini dan esok lebih baik dengan niatan ini :)
Ho Chi Minh City, 27 Feb. 2011
-fonny jodikin-
*inspirasi penulisan timbul ketika membenahi lemari baju beberapa hari yang lalu.
*copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.
sumber gambar:
idealhomemagazine.co.uk

No comments:

Post a Comment