Thursday, March 25, 2010

Masihkah Kauingat Dia?


Dia guru kami.

Pernah mengajar kami sekaligus wali kelasku. Pak Sy mengajar pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman di sekolah kami, SMA kami tercinta di Palembang. Setelah sekian puluh tahun mengabdi, tibalah saat pensiun. Dari status FB seorang teman sekaligus kakak kelasku, kuketahui hal yang cukup mengejutkan. Mungkin tidak mengherankan, namun membuat beberapa dari kami merasa tertampar juga akan kenyataan yang pahit yang dihadapi. Pak Sy dari pensiunannya hanya mendapatkan uang sejumlah UMR, karena masih ada tanggungan, beliau harus berdagang kaki lima di Pasar Sekip, suatu daerah di Palembang. Saya tahu memang penghasilan seorang guru tidaklah besar, tetapi saya tak pernah berpikir bahwa ia harus berjualan kaki lima. Berangkat dari situ, kakak kelas itu berniat mengumpulkan koin untuk Pak Guru. Segera hal itu mendapatkan sambutan dari beberapa kakak kelas kami serta sebagian dari angkatanku.

Tak pernah mudah menjadi seorang guru. Dedikasi selama puluhan tahun, tak selalu diimbangi dengan kemapanan finansial. Hari tua pun tak selalu terjamin. Memang, beberapa guru akan menikmati kenyamanan finansial di hari tua. Mungkin tidak sampai kaya raya, tapi cukuplah buat hidup sehari-hari. Saya sadar, di luar apa yang tampak nyata di hadapan saya dalam bentuk penderitaan Pak Sy yang terpaksa banting setir demi sesuap nasi, masih banyak guru-guru lain di daerah terpencil-di pelosok- yang lebih menderita lagi. Mungkin harus kerja serabutan, kerja yang lain, demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Sedangkan para muridnya? Ironisnya sudah banyak yang jadi dokter, insinyur, sarjana ekonomi, sarjana fisip, sarjana ini-sarjana itu. S1, S2, S3. Mapan pula secara ekonomi. Rumah dari pantas ditinggali sampai rumah megah, mobil satu sampai empat, sekolah anak di sekolah internasional, sudah melanglang buana sampai ke mana-mana.

Terlalu jauh memang kesenjangan antara para murid yang sudah berhasil dengan kondisi finansial para guru yang masih berjuang untuk hidup.

Profesi memanglah selalu menjadi pilihan pribadi. Semua orang berhak memilih profesi apa yang akan dijalani. Sambil meng-klik satu per satu foto mantan guru SMA saya di bagian foto kakak kelas saya tadi, saya melihat wajah mereka yang tua dimakan usia. Ada guru fisika yang terbilang galak dan ‘killer’ kini kelihatan tenang dan beranjak tua. Juga beberapa guru lain yang memang sudah semakin berumur dan termasuk Pak Sy itu tadi.

Saya hanya berpikir, kalau FB bisa menggalang begitu banyak anak SD, SMP, SMA bersatu. Kalau FB bisa membuat begitu banyak orang berkumpul dan sibuk dengan reuni sana reuni sini. Minggu ini reuni SD, minggu depan reuni universitas, minggu depan reuni SMU…. Mengapa kita tidak memikirkan (juga) di luar hura-hura dan makan-makannya untuk menyumbangkan sesuatu bagi guru-guru yang berkekurangan? Saya yakin ada banyak anak murid yang sudah mengecap keberhasilan, bukankah ini waktunya berbagi? Tentu saja, keputusan ada di tangan Anda, tetapi saya kira dengan menyisihkan koin untuk guru-guru, setidaknya akan ada yang butuh. Ada yang sakit keras tapi tak cukup uang berobat, ada yang perlu uang buat cucunya, dan sebagainya. Kalau ‘American Idol’ punya acara ‘Idol Gives Back’, mengapa kita tidak bisa melakukannya untuk sesama? Apalagi kali ini, sesama itu adalah bagian dari hidup kita. Apalagi kali ini, sesama itu yang sering kita bikin pusing kepala karena kenakalan kita dan kita cuma bisa terkekeh kegelian mengingat masa itu:)?

Saya hanya merasa miris karena merekalah pahlawan tanpa tanda jasa yang butuh perhatian dan kasih juga. Indahnya yang dilakukan kakak kelas saya, memikirkan apa yang harus dilakukan bagi mereka. Mereka juga butuh cinta para muridnya.

Setidaknya kita sisihkan dari minum kopi di gerai ternama dua tiga kali, sudah lumayan buat menambah koin bagi guru-guru kita.

Masihkah kauingat dia? Masihkah kauingat mereka yang pernah jadi bagian hidupmu? Setidaknya mereka berperan dan mendidik kita sehingga menjadikan kita ada seperti hari ini.

‘So, do you still remember’?

HCMC, 25 Maret 2010

-fon-


Sumber gambar:
http://www.school-clipart.com/_small/0511-0805-1314-2517.jpg

No comments:

Post a Comment